Bukan PSBB, Begini Langkah Pemkot Tekan Penyebaran Covid-19 di Bandung

Bukan PSBB, Begini Langkah Pemkot Tekan Penyebaran Covid-19 di Bandung
Wali Kota Bandung Oded M Danial (tengah). (Yogo Triastopo)

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah mengambil sejumlah langkah untuk menekan laju pertumbuhan penyebaran Covid-19 yang saat ini berada pada zona resiko tinggi dengan indikator skor sebesar 1.7.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, pemerintah kota akan mengurangi jam operasional pusat perbelanjaan, restoran, dan kafe menjadi pukul 20.00 WIB dengan maksimal kapasitas pengunjung mencapai 30 persen. 

"Lalu tempat wisata, tempat hiburan, dan tempat ibadah dibatasi menjadi maksimal di 30 persen dari kapasitas pengunjung, termasuk untuk kegiatan pernikahan," kata Oded di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Kamis (3/12/2020). 

Selain pembatasan jam operasional, dan pembatasan jumlah pengunjung. Pemkot Bandung, dituturkannya akan kembali memberlakukan work from home (WFH) dengan besaran angka yang bekerja di kantor mencapai 30 persen. 

Pengawasan protokol kesehatan pun, akan kembali diperketat terutama di kawasan pasar-pasar tradisional, dan akan dilaksanakannya kembali penutupan di sejumlah ruas jalan yang berpotensi menimbulkan keramaian. 

"Terkait jalan mana saja yang akan ditutup, kita masih koordinasikan dengan pihak kepolisian. Tetapi salah satunya adalah Jalan Dipatiukur. Kemudian kita akan meningkatkan pelacakan kasus dan pemeriksaan laboratorium," ucapnya. 

Pemkot Bandung juga, disebut Oded, telah mengusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk mendirikan rumah sakit darurat bagi pasien Covid-19 yang telah melewati fase darurat dan pembatasan mobilitas masyarakat antar daerah. 

"Kita juga akan menambah fasilitas tempat isolasi bagi orang tanpa gejala (OTG). Lalu aktif melakukan edukasi, terutama tentang kepatuhan protokol kesehatan secara ketat khususnya mereka yang memiliki penyakit komorbid," ujar dia. 

Oded menegaskan, bahwa Pemkot Bandung untuk terus mengingatkan seluruh masyarakat agar terus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Bagi mereka yang keluar rumah, harus tetap disiplin menjaga diri dengan pola hidup sehat. 

"Pada saat pulang jangan langsung kontak dengan keluarga. Jika kita bisa memutus penyebaran pada klaster keluarga, maka kita bisa memutus penyebaran di tingkat wilayah yang akan berdampak tidak akan ada lagi kasus penularan Covid-19 di Kota Bandung," tandasnya. (Yogo Triastopo)