7 Penyidik KPK Geledah Kantor Abdul Rozaq Muslim, Satu Ransel Berkas Disita

7 Penyidik KPK Geledah Kantor Abdul Rozaq Muslim, Satu Ransel Berkas Disita
Foto: Ridwan Abdul Malik

INILAH, Bandung - Kabag Humas dan Protokol DPRD Jabar Yedi Sunardi membenarkan bahwasaanya penyidik KPK melakukan penggeledahan di gedung tempatnya bekerja. Penggeledahan tersebu merupakan tindaklanjut dari ditetapkannya Abdul Rozaq Muslim sebagai tersangka oleh KPK.

"Menindaklanjuti stelah penetapan tersangka dprd jabar, penggeledahan kesini ini penggeledahan penyidikan," ucap Yedi saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (3/12/2020).

Yedi menyebutkan, sebanyak 4 ruangan dimasuki dan digeledah oleh para penyidik KPK sejak pukul 08:00 WIB. Total penyidik, berjumlah 7 orang.

"Ruangan yang digeledah 4 ruangan, saya sebut 4 ruangan aja ya. ada 7 penyidik dari jam 8-16 WIB," ungkap Yedi.

Saat disinggung barang yang disita penyidik. Yedi menambahkan, dari empat ruangan tersebut penyidik membawa sejumlah berkas dalam sebuah ransel.

"Bawa berkas tapi ransel itu. Berkas yang dibawa mah dikit kok," pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Penyidik dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Kamis (3/12/2020).

Diduga, kedatangan mereka untuk melakukan pencarian berkas yang berhubungan dengan kasus dugaan korupsi Anggota DPRD Jabar Abdul Rozaq Muslim.

Sebelum melakukan penggeledahan di DPRD Jabar, penyidik KPK juga telah melakukan penggeledahan di kediaman Abdul Rozaq Muslim di Desa Karangampel Kidul Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu, Rabu, (2/12/2020).

Abdul Rozaq Muslim sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan hadiah dari dari mantan kepala desa Carsa, yang divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, karena melakukan tindak pidana korupsi suap pada Bupati Indramayu‎, Supendi. Dalam kasus ini, Abdul Rozak diduga menerima uang sebesar Rp 8,5 miliar. (Ridwan Abdul Malik)