Berwisata Kendaraan Offroad, Komunitas Landyz Terapkan Protokol Kesehatan

Berwisata Kendaraan Offroad, Komunitas Landyz Terapkan Protokol Kesehatan
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Sejak awal pendemi Covid-19 melanda, komunitas Land Rover sepi peminat. Padahal, dalam kondisi normal wisata perjalanan menggunakan kendaraan 4x4 itu bisa mencapai lima kali dalam sepekan.

Setelah hampir sembilan bulan lamanya 'nganggur', kini para driver yang tergabung dalam Komunitas Landyz mulai beraktivitas kembali. Tentu, dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di kendaraan.

Master Game Landyz Eko Ardiansyah mengatakan, sejak November lalu order berwisata menggunakan kendaraan 4x4 mulai ada. Namun, jumlahnya jauh dari kondisi normal.

"Dulu, kalau lagi jadwal padat kita bisa melayani lima kali dalam seminggu. Sekarang, paling hanya satu-dua kali saja dalam sebulan," kata Eko saat menjamu tamu family gathering di jalur offroad Sukawana-Cikole Lembang-Ciater, Kamis (3/12/2020) lalu.

Dia menuturkan, kini ada kebiasaan baru bagi wisatawan yang ingin berkendara mobil offroad. Selain harus mengenakan masker, para wisatawan pun harus duduk berjarak dalam mobil.

"Biasanya, dalam satu mobil ini bisa mengangkut 7 orang. Sekarang, kita batasi hanya 4 orang saja," ucapnya yang menyebutkan dalam even tersebut bersama anggota komunitas Landyz menurunkan sebanyak 16 unit mobil saja.

Selain itu, pihaknya pun menyediakan cairan hand sanitizer bagi setiap wisatawan.

Disinggung mengenai pemasukan, dengan raut muka sedih Eko mengaku mayoritas driver mengeluh. Sebab, selama hampir sembilan bulan lamanya itu para pengemudi tak ada pemasukan untuk membiayai ongkos dapurnya masing-masing.

"Di komunitas kita, dari 20-25 orang anggota itu semua keluhannya sama. Nggak ada pemasukan. Tapi, dengan cara masing-masing kita tetap bertahan menjadi driver," ujar Eko sembari menyebutkan komunitasnya pun tergabung dalam Land Rover Club Bandung (LRCB).

Kendati tak ada kegiatan touring, para anggota komunitas Landyz itu tetap produktif. Sebagian besar, para pemilik mobil tua itu melakukan restorasi kendaraan. Hal itu dilakukan agar jika pada saat digunakan kendaraannya tetap fit melayani para wisatawan. (Doni Ramdhani)