Seluruh Wilayah KBB Berisiko Tinggi Kasus Flu Burung

Seluruh Wilayah KBB Berisiko Tinggi Kasus Flu Burung
istimewa

INILAH, Ngamprah - Hampir seluruh wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) berisiko tinggi terjadi kasus flu burung. Sebab, hampir semua warga KBB memelihara unggas. 

"Hampir merata di seluruh wilayah (KBB) berisiko tinggi karena pada dasarnya seluruh masyarakat memelihara unggas," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan dan Perikanan KBB Wiwin Aprianti, Jumat (4/12/2020).

Dia mengimbau seluruh warga KBB yang memelihara unggas untuk memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Mulai dari kebersihan kandang dan pemberian pakan yang baik hingga vitamin terhadap unggasnya.

Selain itu, seluruh unggas sekalipun liar bisa menjadi sumber penularan virus H5N1. Seperti burung merpati, burung gereja, itik hingga ayam yang paling banyak dipelihara masyarakat.

Apalagi dalam kondisi cuaca seperti sekarang dimana suhu cenderung ekstrim. Kondisi tersebut bisa mengakibatkan daya tahan tubuh unggas menjadi berkurang.

"Terus, unggas juga sebaiknya tidak dibiarkan berkeliaran agar tidak saling menulari. Bersihkan kanang secara berkala, kemudian beri pakan dan vitamin dengan kualitas baik Sehingga hewan dalam keadaan prima," ujarnya.

Kemudian bagi masyarakat yang membeli unggas baru, diimbau untuk mengkarantinanya selama 14 hari dan dipisahkan dengan unggas lainnya. Karantina tersebut untuk mengantisipasi penularan flu burung.

Jangan sampai, kata Wiwin, kasus di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cihampelas, KBB terulang kembali. Di wilayah tersebut, ditemukan ratusan ayam yang mati mendadak, dan hasil rapid tes menunjukan adanya flu burung. (Ahmad Sayuti)