Di Kota Bandung Masih Banyak Pelaku Usaha Langgar Aturan Zona Merah

Di Kota Bandung Masih Banyak Pelaku Usaha Langgar Aturan Zona Merah

INILAH, Bandung - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Bandung mengaku telah melakukan sosialisasi tentang kebijakan baru Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kepada pelaku usaha dan industri. 

 

Kepala Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, mereka menyatakan siap melaksanakan apapun terkait kebijakan baru dari pemerintah kota di masa pembatasan sosial berskala besar proposional saat ini. 

 

"Kita sudah sampaikan, bahwa ada pengurangan pengunjung menjadi 30 persen. Lalu jam operasional dari awal pukul 21.00 WIB, menjadi pukul 20.00 WIB. Mereka siap melaksanakan, dan mendukung protokol kesehatan," kata Elly di Balai Kota Bandung, Sabtu (5/12/2020). 

 

Menurutnya, para pelaku usaha dan industri saat ini masih menerapkan kebijakan lama pemerintah. Mereka baru akan melaksanakan kebijakan baru pemerintah begitu revisi Peraturan Wali Kota (Perwal) disahkan. 

 

"Mereka tidak bisa melakukan perubahan teknis operasional tanpa dilandasi aturan. Nanti menunggu Perwal baru, dan aturan baru akan mereka jalankan. Intinya mereka menunggu Perwal, dan kita juga telah membuat laporan dari pengawasan yang dilakukan terhadap sektor usaha dan industri," ucapnya.

 

Dari hasil pengawasan, disebut Elly, pusat perbelanjaan telah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Tapi di sektor usaha toko modern, dan mandiri masih ditemukan sejumlah pelanggaran.

 

"Untuk mini market, memang masih ada pelanggaran, sudah tercantum dalam laporan kita. Ada yang melanggar jam operasional, tidak tersedia hand sanitizer, dan pengunjung tidak pakai masker. Itu ada catatannya. Ada juga toko mandiri yang melanggar, rata-rata tidak ada sekat di kasir," ujar dia. 

 

Dia menambahkan, pelanggaran pun banyak ditemui pada sektor usaha rumahan. Mayoritas pelanggaran yang dilakukan, adalah tidak menggunakan masker lantaran tidak sedang berada di ruang publik. (Yogo Triastopo)