Masih Banyak Pelaku Usaha di Kota Bandung yang Bandel Jalani Protokol Kesehatan

Masih Banyak Pelaku Usaha di Kota Bandung yang Bandel Jalani Protokol Kesehatan

INILAH, Bandung - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung mencatat masih banyak pelanggaran yang dilakukan para pelaku usaha di masa pandemi Covid-19 saat ini. 

 

Jenis pelanggaran yang kerap dijumpai, dituturkannya adalah seperti tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak hingga melanggar jam operasional yang telah ditentukan pemerintah. 

 

"Hasil pemantauan sudah dilaporkan kepada ketua, dan ketua harian Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Bukti-bukti dilaporkan. cukup tebal 356 halaman yang dilaporkan," kata Elly di Balai Kota Bandung pada Sabtu (5/12/2020). 

 

Menurutnya, Disdagin Kota Bandung menerjunkan 12 tim untuk memantau penerapan protokol kesehatan. Tim ini memantau sejumlah pusat perbelanjaan, toko modern atau ritel, toko mandiri hingga sentra industri. 

 

"Namun tidak semua pelaku usaha melakukan pelanggaran. Contoh 24 pusat perbelanjaan. Mereka sudah menetapkan protokol kesehatan sesuai standar, dari mulai pengunjung datang hingga jam operasional. Termasuk supermarket, dan hypermart," ucapnya. 

 

Terlepas itu, Disdagin Kota Bandung ditambahkan Elly tengah mengajukan permohonan penyediaan masker kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk para pelaku industri rumahan. 

 

"Mayoritas yang melanggar ada di industri rumahan. Mereka tidak menggunakan masker, karena mereka merasa tidak berada di ruang publik. Tetapi kita telah sampaikan agar mereka mau mengikuti aturan baru tentang PSBB proposional," ujar dia. (Yogo Triastopo)