Longsor Cisewu, 583 Warga Dua Desa Mengungsi ke Tiga Tempat

Longsor Cisewu, 583 Warga Dua Desa Mengungsi ke Tiga Tempat
net

INILAH, Garut - Belum usai penanganan pascalongsor di Kecamatan Talegong selatan Garut, kini longsor juga menerjang wilayah tetangganya, Kecamatan Cisewu, Jumat (4/12/2020).

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Tb Agus Sopyan mengatakan, earga terdampak longsor tersebar di Kampung Cigentur RW 04, Kampung Piket RW 03, Kampung Sawah Lega RW 02 Desa Cisewu, dan Kampung Heubeul Isuk RW 06 Desa Pamalayan.

Warga diungsikan ke tiga tempat yakni di Madrasah Ibtidaiyah An Nur sebanyak 282 jiwa warga Kampung Cigentur RW 04 Desa Cisewu, di Gedung Olahraga (GOR) Desa Cisewu sebanyak 283 jiwa warga Kampung Piket RW 03 Desa Cisewu, dan di Gedung Bumdes Pamalayan sebanyak 20 jiwa warga Kampung Heubeul Isul RW 06 Desa Pamalayan.

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cisewu pun sudah mendirikan posko dan dapur umum untuk menangani warga pengungsi terdampak. 

Agus Sopyan mengatakan, luas areal terdampak dan terancam longsoran maupun kerugiannya belum dapat dipastikan karena masih dalam pemantauan dan penghitungan. Hal itu kemungkinan baru diketahui Sabtu (5/11/2020) setelah dilakukan asesmen  tim BPBD bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cisewu, relawan dan unsur lainnya untuk mengklasifikasikan yang terdampak maupun terancam, baik warga maupun harta benda. Bantuan bahan pangan, alas tidur dan selimut pun mendesak dibutuhkan mereka.  

"Jumlah pengungsi bisa berubah dengan kemungkinan bertambah atau berkurang," ujar Agus Sopyan.

Dia menyebutkan, hasil pemantauan sementara petugas di lokasi longsor terjadi sekitar pukul 11.00 WIB itu, ada kerawanan terjadi longsor susulan karena terdapat ribuan kubik material bongkahan longsoran di bagian atas (titik utama longsor) yang akan mendorong material tanah di bawahnya. 

Sebab, terdapat bendungan air akibat tertahan material longsor. Dikhawatirkan bendungan air akan pecah bila volumenya menjadi besar dan tak tertahan.

Di bawah ujung longsoran, keluar lumpur air tanah yang bisa menggerakkan tanah di bagian atas lebih besar lagi. Di bagian atas longsoran tanah juga sudah terbelah ke dua arah yang berbeda,  yakni ke Kampung Cigentur dan Kampung Ranca Kupa.

"Perlu ada penelitian/kajian untuk menentukan kondisi bahaya/kerawanan di kawasan ini," imbuhnya. 

Mengenai kronologisnya, sebuah tebing Gunung Pipiti mengalami longsor dan menimbun area persawahan milik penduduk menyusul hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang Kamis (3/12/2020) siang hingga malam.

Tak ada korban jiwa. Namun kejadian tersebut memaksa sekitar 583 jiwa penduduk di Desa Cisewu dan Desa Pamalayan Kecamatan Cisewu mengungsi ke tempat aman karena masih terdapat potensi longsor susulan yang dapat mengancam tempat tinggal mereka. (Zainulmukhtar)