Pemkab Bandung Penerima Maskara Terbanyak

Pemkab Bandung Penerima Maskara Terbanyak
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Pemerintah Kabupaten Bandung kembali menerima bantuan Mobil Aspirasi Kampung Juara (Maskara) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.  Bupati Bandung Dadang M Naser mengungkapkan, bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemprov Jabar kepada desa mandiri dan berprestasi.

“Alhamdulillah Kabupaten Bandung kembali menjadi kabupaten dengan desa penerima Maskara terbanyak di Jabar, yakni sebanyak 15 unit. Sementara di tahun 2019, Pemkab Bandung telah menerima bantuan sebanyak 14 unit,” kata Dadang, di sela-sela Penyerahan Bantuan Mobil Maskara di Rumah Jabatannya, Soreang belum lama ini.

Pada kesempatan itu, Dadang Naser juga mengapresiasi seluruh kepala desa (kades) yang telah sabilulungan meningkatkan status desa melalui Indeks Desa Membangun (IDM).

“Kami sangat mengapresiasi atas kreativitas dan inovasi yang dilakukan para kades serta perangkat desa, sehingga tercipta desa mandiri, maju dan berkembang. Kami berharap dengan adanya penghargaan ini, bisa motivasi desa lainnya untuk berprestasi dan meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) warganya. Sehingga strata desanya bisa terus ditingkatkan, menuju desa mandiri,” ujarnya.

Dadang juga menjelaskan, pada 2020 Kabupaten Bandung dinobatkan sebagai daerah dengan status Desa Mandiri terbanyak di Jabar yakni mencapai 56 desa. Capaian itu, telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bandung Tahun 2016-2021.

“Setiap tahunnya, desa mandiri di Kabupaten Bandung terus meningkat. Dalam RPJMD Tahun 2016-2021, Pemkab Bandung menargetkan desa mandiri sebanyak 43 desa. Alhamdulillah di tahun 2020, jumlah desa mandiri di Kabupaten Bandung mencapai 56 desa,”katanya.

Dadang juga mengajak seluruh camat untuk terus meningkatkan IDM. Karena Kabupaten Bandung masih memiliki desa berkembang sebanyak 86 dan desa maju sebanyak 129.

“Menjelang akhir kepemimpinan saya, tidak ada lagi status desa sangat tertinggal dan tertinggal. Kedepannya saya berharap, status desa berkembang sudah tidak ada, jadi hanya status desa maju dan mandiri,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Tata Irawan menjelaskan, penerima maskara merupakan desa mandiri dan berprestasi tahun 2019.

“Sebanyak 15 desa yang menerima maskara adalah Desa Neglawangi (Kertasari), Cileunyi Wetan (Cileunyi), Bojongsoang (Bojongsoang), Margahayu Tengah, Margahayu Selatan, Sukamenak dan Sayati (Margahayu), Tenjolaya (Cicalengka), Sukapura (Kertasari), Rancamanyar (Baleendah), Soreang, Karamatmulya dan Cingcin (Soreang), Ciwidey (Ciwidey) dan Desa Cikoneng (Ciparay),”ujarnya. (Dani R Nugraha)