Jalan Bomang Sesuai Progres, Kalau Telat Rampung Dendanya Rp38,7 Juta per Hari

Jalan Bomang Sesuai Progres, Kalau Telat Rampung Dendanya Rp38,7 Juta per Hari
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bojonggede - Menjelang target waktu penyelesaian yang akan berakhir pada Jumat (25/12/2020) mendatang, progres proyek pembangunan Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) baru mencapai 60 persen.

Walaupun ada defisiasi negatif, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor Adriawan menyatakan pencapaian pelaksanaan proyek senilai Rp38,7 miliar ini berada dalam kategori relatif aman dari rencana kerja.

"Saat ini progress Jalan Bomang yang nilai proyeknya sebesar Rp38,7 miliar sudah mencapai 60 persen," ungkap Adriawan kepada wartawan, Minggu (6/12/2020).

Dia menambahkan, sejauh ini kendala proyek pembangunan Jalan Bomang hanyalah cuaca yang kerap turun hujan.

"Kalau modal, PT Mulyagiri selaku penyedia jasa itu dipastikan ada karena mereka kontraktor lokal yang cukup bonafid. Kendala proyek pembangunan  Jalan Bomang ini hanyalah hujan yang kerap mengguyur Bumi Tegar Beriman," tambahnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen Proyek Pembangunan Jalan Bomang Rizky Taufik Hidayat optimistis proyek pembangunan Jalan Bomang bisa selesai tepat waktu.

"Kami optimistis proyek pembangunan Jalan Bomang tepat waktu karena kalau tidak hujan, PT Mulyagiri bekerja siang dan malam. Selain menyiapkan bleaching plant di lokasi proyek, mereka juga sudah menambah jumlah pekerjanya demi menuntaskan  target pekerjaan dimana sisa pekerjaan betonisasi dari Situ Nanggerang ke arah Kemang," ujar Rizky.

Dia melanjutkan, jika PT Mulyagiri melewati batas waktu pekerjaan pembangunan Jalan Bomang maka jajarannya akan memberikan sanksi denda sebesar Rp38,7 juta per hari.

"Sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, apabila proyek pembangunan Jalan Bomang melebihi batas waktu atau meluncur ke Tahun 2021 maka akan diberikan sanksi denda 0,1 persen per 1.000 dari total nilai proyek Rp38,7 miliar yaitu Rp38,7 juta per hari," lanjutnya. (Reza Zurifwan)