Jelang Libur Akhir Tahun, DPRD Jabar Imbau Wisatawan Siaga

Jelang Libur Akhir Tahun, DPRD Jabar Imbau Wisatawan Siaga
net

INILAH, Bandung - Sekretaris Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Yunandar Rukhiadi Eka Perwira mengimbau kepada para wisatawan, untuk siaga terhadap penularan Covid-19 dan fenomena La Nina ketika mengunjungi lokasi pariwisata.

Dia menjelaskan, seiring dengan meningkatnya pasien positif serta anomali cuaca pada saat ini, masyarakat harus lebih bijak dalam memilih tempat lokasi wisata guna menghindari jatuhnya korban akibat dampak dari kedua hal tersebut. Yunandar menyarankan agar masyarakat yang ingin berwisata, untuk memilih tempat di alam terbuka demi meminimalisir penularan.

Selain itu, perlu juga menimbang untuk menghindari tempat yang rawan longsor dan banjir. Mengingat fenomena hidrometeorologis yang bakal terjadi hingga awal tahun depan ini, semakin memperbesar potensi bencana, mengingat kondisi geografis Jawa Barat berupa pegunungan dan perbukitan.

“Terus terang sekarang kondisi kita dilema. Jika pariwisata ditutup, dapat memicu bencana lain yang lebih besar yakni bencana ekonomi. Jika dibuka sepenuhnya, kita juga belum siap. Sikap yang paling mungkin kita lakukan adalah, sosialisasi dengan mengimbau masyarakat untuk siaga. Contohnya dengan melakukan uji tes sebelum pergi berwisata, agar tidak menularkan dan di tempat wisata juga menyiapkan uji tes serupa. Seperti di luar, ada konsep bubble travel. Setelah dianggap tidak kena Covid-19, maka turis diperbolehkan masuk kesana. Jepang, Hongkong, Singapura sudah terapkan itu. Intinya ada prosedur yang dilakukan. Kalau kita mau pariwisata tetap berjalan, mau tidak mau harus lakukan itu, walaupun butuh modal yang besar,” ujar Yunandar kepada INILAH, Senin (7/12/2020).

“Kemudian saya menyarankan, agar masyarakat untuk pergi berwisata ke tempat yang relatif aman. Seperti di tempat terbuka. Tidak perlu jauh ke luar kota, di taman juga bisa. Asal jangan di tempat tertutup, karena risiko penularannya lebih besar. Selain itu, tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker, jaga jarak dan biasakan cuci taman. Serta tentu saja melihat fenomena La Nina ini, masyarakat harus paham lokasi mana saja yang rawan bencana supaya bisa terhindar dari musibah,” imbuhnya.

Yunandar pun mendorong kepada Pemprov Jabar agar terus gencar melakukan sosialisasi dan mitigasi, guna mengantisipasi dampak yang dapat merugikan masyarakat ketika ada lonjakan kunjungan di tempat wisata pada liburan akhir tahun nanti. Dia berharap, libur panjang sebelumnya dapat menjadi acuan dan bahan evaluasi untuk menghindari efek lebih besar terutama dalam kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Saya harap pemerintah seoptimal mungkin bisa mengantisipasi liburan akhir tahun ini, belajar dari libur panjang kemarin. Pertama untuk menghindari klaster baru, kedua untuk mitigasi bencana. Harus ada kesiapan untuk mengurangi dampak, dengan disiapkan fasilitas dan sosialisasi secara massif kepada masyarakat. Sosialisasi dimana saja tempat wisata yang lebih aman dan sehat. Supaya peningkatan yang signifikan kasus positif Covid-19 tidak semakin parah,” tandasnya. (Yuliantono)