UIN SGD Bandung Gelar Webinar Dakwah Memberdayakan di Masa Pandemi Covid-19

UIN SGD Bandung Gelar Webinar Dakwah Memberdayakan di Masa Pandemi Covid-19
istimewa

INILAH, Bandung - Jurusan Pengembangan Mahasiswa (PMI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung bekerja sama dengan Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) menggelar webinar nasional yang dilakukan secara virtual melalui zoom meeting dengan tema Dakwah Memberdayakan di Masa Pandemi Covid-19.

Webinar ini diikuti 412 peserta dari seluruh penjuru Indonesia dengan berbagai profesi. Bukan hanya mahasiswa, dan akademisi, tetapi juga para praktisi dakwah dan fasilitator masyarakat.

Dirjen Pendis Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan, dakwah pada intinya menekankan tercapainya kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, salah satunya menjadi pokok utama kajian jurusan pengembangan mahasiswa UIN SGD Bandung.

Menurut Ali, sekalipun dalam kondisi pandemic Covid-19, dakwah Islam tidak boleh berhenti demi membangun peradaban yang lebih maju. Aspek yang harus menjadi fokus dalam proses dakwah masa kini, yaitu konten dan media dakwah.

"Konten yang menyediakan ruang kemanusiaan yang penuh dengan nuansa keagamaan, dan dakwah dengan menitikberatkan pada hal-hal yang baik," ujar Ali, Senin (7/12/2020).

Ali menambahkan, tidak mungkin sebuah kebaikan akan menjadi kebaikan, jika tidak disampaikan dengan cara-cara yang baik. Aspek-apek kesahatan di era pandemi Covid-19 juga layak mendapat perhatian, ini sesuai dengan maqashid syariah.

Dia juga menekankan, dakwah dengan penggunaan teknologi dianggap sebagai solusi bagi masyarakat semua, karena dengan media teknologi, semua orang bisa tetap produktif menjalankan dakwah tanpa harus bertatap muka secara langsung.

“Hal ini menjadi sesuatu yang paling impresif dengan memberikan jalur-jalur menebar kebaikan dengan media teknologi,” tegasnya.

Sementara itu, Dekan FDK UIN SGD Bandung Ahmad Sarbini menegaskan inti pemaparannya pada aktivitas dakwah sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan daya atau kekuatan yang ada pada masyarakat.

Caranya, kata Ahmad, dengan memberikan dorongan peluang dan kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangakan potensi yang dimilikinya, sehingga kekuaan dan kemampuannya meningkat secara optimal.

"Juga harus diiringi dengan kualitas etik moral dan spiritual, sehingga kemajuan yang dicapai masyarakat disertai dengan akidah yang kuat dan akhlak yang mulia," imbuh Ahmad.

Dia berharap, para mahasiwa untuk tidak berkurang dalam melakukan proses pemberdayaan, dengan tetap memperhatikan protokol kesahatan. Dengan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan potensi diri serta melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain.

"Kita juga sama-sama berdoa agar Covid ini segera diangkat Allah SWT dari permukaan bumi sehingga kita bisa beraktivitas seperti sediakala dan mampu mengembangkan potensi diri secara maksial dalam mengembangkan dakwan pemberdayaan masyarakat Islam,” pungkas Ahmad. (Okky Adiana)