Ade Yasin Keukeuh Perjuangkan Rumpin Menjadi Ibu Kota Kabupaten Bogor Barat

Ade Yasin Keukeuh Perjuangkan Rumpin Menjadi Ibu Kota Kabupaten Bogor Barat
Bupati Bogor Ade Yasin (kiri). (Reza Zurifwan)

INILAH, Bogor- Pemprov Jawa Barat memutuskan Kecamatan Cigudeg sebagai ibu kota Calon Persiapan Daerah Otonomi Baru (CPDOB) Bogor Barat, hal itu sesuai kajian awal sebelumnya yang dilakukan oleh Pemkab Bogor, DPRD Kabupaten Bogor dan Komite Percepatan Pemekaran Kabupaten Bogor Barat (KPPKBB).

Bupati Bogor Ade Yasin yang beberapa waktu lalu mengusulkan diubahnya lokasi ibu kota CPDOB Kabupaten Bogor Barat dari Kecamatan Cigudeg ke Kecamatan Rumpin mengaku tetap akan memperjuangkan usulannya.

"Saya sebenarnya mengajukan Kecamatan Rumpin sebagai ibu kota CPDOB Kabupaten Bogor Barat, namun karena Pemprov Jawa Barat sudah mengetuk Kecamatan Cigudeg menjadi calon ibu kotanya maka kemungkinan kita akan meminta kajian ulang setelah Bogor Barat benar-benar mekar," kata Ade Yasin kepada wartawan,Senin, (7/12)

Wanita yang nama gadisnya Ade Munawaroh ini menerangkan bahwa proses CPDOB Kabupaten Bogor Barat untuk menjadi mekar butuh waktu lama hingga calon ibu kotanya masih bisa diubah.

"Perjalanan CPDOB Kabupaten Bogor Barat ini masih panjang, masih ada proses lainnya seperti ke Kementerian Dalam Negeri dan berujung dengan pencabutan morotarium Daerah Otonomi Baru (DOB) oleh Presiden Joko Widodo," terangnya.

Ditemui terpisah, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan menuturkan Kecamatan Cigudeg berdasarkan kajian Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Informasi Geospasial  (BIG), Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral dan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Kecamatan Cigudeg masuk ke dalam zona merah bencana alam tanah longsor.

 "Kami ingin memindahkan ibu kota CPDOB Kabupaten Bogor Barat itu selain karena Kecamatan Cigudeg masuk ke dalam zona merah bencana alam tanah longsor, secara strategis, Kecamatan Rumpin juga lebih strategis," tutur Iwan.

Selain Bogor Barat yang akan menjadi Kabupaten tersendiri, politisi Partai Gerindra ini berpendapat bahwa pemekaran desa juga penting demi percepatan dan pemerataan pembangunan.

"Melihat Provinsi Jawa Tengah yang lebih bagusnya sarana insfrastruktur karena di sana itu mereka mendapatkan porsi lebih besar Daerah Alokasi Umum (DAU) dan Dana Desa (DD), oleh karena itu selain memperbanyak daerah,  maka di Provinsi Jawa Barat itu harus memperbanyak pemekaran desa terutama di desa yang banyak jumlah penduduknya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)