Raksa Prasada Jadi Motivasi Tingkatkan Kualitas Lingkungan dari Lingkup Terkecil

Raksa Prasada Jadi Motivasi Tingkatkan Kualitas Lingkungan dari Lingkup Terkecil
istimewa

INILAH, Bandung - Sejumlah sekolah dan kabupaten/kota dinilai peduli lingkungan  setelah mendapatkan penghargaan Gubernur Bidang Lingkungan Raksa Prasada Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2020. 

Penyerahan penghargaan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate, Selasa (8/12/2020). Selain di situ, acara juga berlangsung di Gedung BPKAD, Kota Bandung secara virtual. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat Prima Mayaningtyas mengatakan, dasar penyelenggaraan Raksa Prasada yaitu kegiatan peningkatan indukator kinerja bidang lingkungan hidup. Itu mencakup, Adiwiyata, Adipura, Kalpataru, dan sekolah berbudaya lingkungan pada seksi pengembangan kapasitas dan kemitraan. 

"Penghargaan ini diharpkan memberikan motivasi dan mendorong partisipasi publik dan peran aktif dari segenap pemangku kepentingan, masyarakat dan khususnya sekolah untuk peningkatan kualitas lingkungan di Jawa Barat," katanya. 

Dalam kegiatan ini juga, pihaknya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. 

Dia menambahkan, penghargaan Bidang Lingkungan Hidup Raksa Prasada Tahun 2020 diberikan kepada 121 sekolah yang masuk dalam kategori Sekolah Berbudaya Lingkungan/Adiwiyata. Baik itu tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA. Penghargaan juga diserahkan kepada 19 kabupaten/kota yang masuk dalam kategori Peduli Lingkungan Hidup di Sekolah. Plus, Kategori Program Kampung Iklim sebanyak 15 Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan menjaga lingkungan hidup merupakan tugas dari semua pihak. Tugas terberat diakuinya mengubah pola pikir yang telah terbentuk di masyarkat. Menurutnya, masyarakat modern cenderung lebih acuh kepada hukum secara formal. Sehingga, masih ada pihak yang tidak taat soal menjaga lingkungan.

"Nah pola pikir hadirnya di sekolah. Itulah pentingnya Adwiyata ini melalui Raksa Prasada dari semua payung penghargaan tentang pentingnya pendidikan lingkungan," ujar Ridwan Kamil. 

Dia mencontohkan, pada salah satu sudut di kawasan Stasiun Kota Bandung yang bau pesing lantaran digunakan untuk buang air kecil sembarangan. Lokasi tersebut tidak ada perbaikan kendati diberikan pemahaman mengenai hukuman bagi yang melanggar kebersihan. 

"Terakhir dapat bersih karena oleh si pengelola sudut yang bau pesing itu dipasangi dupa, bau menyan. Jadi, takutnya sama yang seperti itu ketimbang hukum formal," ungkapnya. 

Pihaknya berkaca pada kondisi lingkungan yang lebih teratur pada hutan lindung yang berada di kampung adat, seperti Kampung Naga dan Baduy. 

"Karena hukum adat yang pamali ternyata lebih kuat dibanding hukum formal. Nah ini satu pendekatan, jangan jangan menyelamatkan lingkungan itu kembali lagi ke nilai nilai budaya yang ada sangsinya," paparnya. 

Dia berharap, ke depan tidak hanya sekolah terbaik dalam mengelola lingkungan yang mendapat penghargaan. Justru kategori sekolah yang tidak peduli terhadap lingkungan pun harus diumumkan sebagai upaya mengingatkan agar menjadi lebih baik. (Rianto Nurdiansyah)