Diskominfo Jabar Hadirkan Sinyal Internet Kencang untuk Mendorong Suksesnya Pilkada 2020

Diskominfo Jabar Hadirkan Sinyal Internet Kencang untuk Mendorong Suksesnya Pilkada 2020
Diskominfo Jabar Hadirkan Sinyal Internet Kencang untuk Mendorong Suksesnya Pilkada 2020

INILAH, Bandung,- Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat turut mendukung upaya pelaksanaan Pilkada Serentak 2020, yang bakal digelar Rabu (9/12/2020) ini. Khususnya dalam penguatan sinyal internet guna menunjang perhitungan suara secara daring.

Diketahui, Pilkada yang berkualitas dan berintegritas serta aman dari Covid-19 menjadi misi Jabar di masa Pandemi ini. Adapun perhitungan suara secara daring dilakukan untuk meminimalisir potensi munculkan klaster penularan Covid-19 selama Pilkada berlangsung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kadiskominfo) Jawa Barat, Setiaji mengatakan, penguatan sinyal ini dilakukan untuk di setiap Tempat Pemungutan Suara dan di Kecamatan di 8 daerah yang menggelar Pilkada. "Kita koordinasi dengan salah satu provider untuk memperkuat sinyal GSM-nya , sehingga sinyal yang tadinya lemah pada hari itu bisa lebih kencang, bisa lebih kuat," ujar Setiaji, Selasa (8/12/2020).

Menurut dia, terdapat ribuan TPS yang memiliki sinyal lemah. Untuk mengoptimalkan perhitungan suara secara daring ini, maka pihaknya mengupayakan penguatan. "Di kecamatan  kecamatan sepanjang waktu rekap juga kita perkuat  internetnya, kita bekerjasama dengan dinas Kominfo kabupaten kota di 8 wilayah," ucapnya.

Tidak hanya itu, Setiaji mengaku, Diskominfo Jabar pun diminta bantuan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pilkada untuk menyikapi informasi hoaks yang menyebar di masyarkat. Menurut dia, dengan peningkatan pengguna internet yang terjadi di masyarkat dewasa ini memiliki sejumlah tantangan yang mesti diantisipasi.

Salah satunya mengenai maraknya informasi hoaks, sesuai dengan momentum yang tengah terjadi. "Pertama hoaks yang mengikuti isu yang berkembang, kalau sedang Covid, maka hoaks soal Covid yang naik. sekarang Covid sudah agak menurun, mungkin pilkada ini kan banyak sekali," katanya.

Pada hari H Pilkada Jabar 2020, pihaknya aka terjun ke sejumlah TPS untuk memastikan protokol kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik. Dalam hal ini, dia mengaku, aja berkerjasama dengan kota kabupaten. "Tidak semua TPS pastinya tapi kita akan melihat TPS mana yang memungkinkan terjadi kerumunan," pungkas dia.

Adapun delapan daerah di Jabar yang akan melaksanakan Pilkada Serentak 2020, yakni Kabupaten Bandung, Cianjur, Sukabumi, Karawang, Indramayu, Tasikmalaya, Pangandaran dan Kota Depok

Sementara itu terdapat 33.305 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang tersebar di delapan daerah dengan jumlah pemilih sebanyak 11,6 juta. Ada sekitar 299 ribu petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara). Di mana nantinya pada setiap TPS,  hanya akan ada 500 pemilih. Pemilih yang hadir wajib memakai sarung tangan yang sudah disediakan, dan menerapkan protokol kesehatan 3M dengan ketat. (diskominfo/inforial)