Pol PP Kembali Jaring Ratusan Warga di Masa AKB

Pol PP Kembali Jaring Ratusan Warga di Masa AKB
Ilustrasi (yogo triastopo)

INILAH, Bandung - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung berhasil menjaring 112 pelanggar di tiga kecamatan berbeda dalam operasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) diperketat pasca penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proposional.

Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, dari 112 pelanggar. Sebanyak 21 orang membayar denda administrasi, dengan total denda mencapai Rp1.050.000. Sementara pelanggar sisanya, diberikan hukuman sosial sebagai efek jera.

"Sedangkan 91 orang lainnya, diberikan sanksi sosial di kegiatan operasi hari kedua ini,” kata Rasdian pada Selasa (8/12/2020).

Menurutnya, kegiatan kali ini menyasar daerah perbatasan kota/kabupaten. Lalu kawasan pasar hingga pemukiman padat penduduk. Adapun tiga kecamatan adalah Kecamatan Andir, Kecamatan Astana Anyar dan Kecamatan Bojongloa Kaler.

“Daerah tersebut, dipilih karena merupakan kecamatan dengan kasus Covid-19 tertinggi. Ditambah dengan kecamatan dengan jumlah pelanggaran terbanyak pasca masa perketatan AKB lalu. Kegiatan ini  terus berlangsung di 12 kecamatan lainnya," ucapnya.

Kepala Seksi Edukasi dan Pencegahan Satpol PP Kota Bandung, Das'an mengatakan, apabila jenis sanksi sosial yang diberikan kepada pelanggar bermacam-macam mulai dari push up, menyapu/membersihkan jalan hingga sanksi sosial lainnya.

“Ada yang mengenakan rompi pelanggar, mengumpulkan sampah, menyapu di sekitar lokasi operasi, hingga push up bagi yang memiliki badan fit. Disesuaikan juga dengan beratnya pelanggaran. Ingat selalu untuk menerapkan 3M dan 1T," kata Das'an.

Di lain sisi, Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Kecamatan Andir, Iman Budiman mengatakan, bahwa wilayah tersebut dipilih sebagai target operasi karena lokasinya sebagai daerah perbatasan Kota Bandung dengan Kota Cimahi.

“Kelurahan Campaka di Andir menduduki posisi pertama dengan jumlah Covid-19 tertinggi. Kemudian, dekat dengan Pasar Stasiun Cimindi sehingga banyak sekali orang yang turun dari mana-mana. Kompleks juga persoalannya,” kata Iman.

Sementara itu, seorang pelanggar, R (16), warga Jalan M Toha, Kelurahan Wates, Kecamatan Bandung Kidul, yang terjaring dalam operasi AKB di Pasar Astana Anyar mengakui tidak menggunakan masker karena masker sekali pakai miliknya kotor dan dibuang. “Saya tidak pakai masker. Saya kapok,” kata R. (togo triastopo)