Tel-U Kukuhkan Prof. Rendy sebagai Guru Besar Bidang Teknik Elektro

Tel-U Kukuhkan Prof. Rendy sebagai Guru Besar Bidang Teknik Elektro
Prof. Rendy Munadi. (okky adiana)

INILAH, Bandung - Perkembangan dunia telekomunikasi di Indonesia saat ini semakin pesat, seperti diketahui bahwa seluruh operator telekomunikasi melakukan upaya serius untuk menggabungkan berbagai layanan yang ditawarkan ke sebuah media transmisi dan akses, dalam hal ini media berbasis Internet Protocol (IP).

Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan pembangunan instalasi, manajemen, dan penanganan masalah, di mana Model Next Generation Network (NGN) digunakan sebagai pola oleh operator telekomunikasi untuk membangun jaringan multimedia saat ini.

Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “New Generation Network dan Internet of Things Menuju Indonesia Maju” Prof. Rendy Munadi menjelaskan bahwa laboratorium switching jaringan dan multimedia yang dikelolanya berhasil membangun jaringan NGN dengan biaya investasi yang sangat rendah dan berbasis software, yaitu dengan mengimplementasikan layanan VoIP melalui open IMS dan Asterisk Server.

“Melanjutkan implementasi jaringan IP based, kami membangun jaringan VoIP on Campus (VoC), dengan perangkat yang terdiri dari VoV server, IP PBX, dan switch 16 port yang dapat terkoneksi dengan softphone dan akses poin. Pada VoC, server telah ter-install sistem operasi linux yaitu Ubuntu yang dilengkapi dengan Asterisk sebagai VoIP server dan Play VoIP sebagai web user interface-nya," ucap Prof. Rendy, Rabu (9/12/2020).

Pada acara sidang senat pengukuhan guru besar yang berlangsung di Gedung Damar Telkom University (Tel-U), Prof. Rendy menyampaikan alasan membangun VoC di lingkungan kampus adalah untuk memudahkan civitas akademika dalam berkegiatan sehari-hari.

“Seperti kita tahu, penggunaan ponsel pintar sudah lumrah adanya, melalui jaringan seperti ini, dan penggunaan ponsel pintar didukung dengan WLAN yang memiliki akses poin di seluruh kampus, maka setelah menjalani evaluasi dan analisa eksperimen terhadap delay handover user VoC berlangsung aman dan tidak mengalami delay," ucapnya.

Prof. Rendy diamanahi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai guru besar atau profesor pada 1 September 2020, bidang teknik elektro, berdasarkan Surat Keputusan Nomor 75043/MPK/KP/2020 tentang kenaikan jabatan akademik dosen.

Pria kelahiran Cirebon 59 tahun silam ini, telah menjadi dosen tetap Telkom University (STT Telkom saat itu) pada 1993. Dalam perjalanan karirnya sebagai dosen, Prof. Rendy telah mendapat sertifikasi BNSP, sertifikasi insinyur Indonesia-IPM, sertifikasi dosen, sekaligus sebagai asesor.

Dalam aktivitas risetnya selama 7 tahun terakhir, Prof. Rendy telah mengelola penelitian sebanyak 14 hibah penelitian. Dari segi publikasi hasil riset, hingga saat ini Prof. Rendy memiliki H Indeks Google Scholar sebesar -7, shinta skor sebesar 10.59 dan H Indeks Scopus sebesar 4.

"Selain itu, saya juga aktif memublikasikan hasil penelitian dalam jurnal nasional dan internasional. Ada 8 artikel yang dipublikasikan di jurnal internasional terindeks Scopus, 6 makalah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terindeks Dikti dan lebih dari 25 makalah yang dipublikasikan dalam prosiding internasional terindeks Scopus," paparnya.

Rektor Tel-U Prof. Adiwijaya dalam sambutannya mengatakan bahwa jabatan fungsional tertinggi yang telah diraih Prof. Rendy merupakan sebuah amanah besar yang harus dipegang. Melalui jabatannya sebagai guru besar ini, bisa membuka pemikiran-pemikiran baru dan inovasi-inovasi terbaik untuk kemajuan institusi ini dan bangsa Indonesia.

“Selamat atas dikukuhkannya Prof. Rendy sebagai guru besar, semoga melalui amanah ini bisa memberikan sumbangsih keilmuan baik bagi Telkom University, masyarakat dan bangsa Indonesia, dan semoga ini menjadi motivasi baru untuk seluruh dosen Telkom University agar bisa mencapai jabatan tertinggi dalam dunia akademik," pungkas Prof. Adiwijaya. (okky adiana)