Molor Lagi, Anggota DPR Tanyakan Sanksi Denda ke BBWS Ciliwung-Cisadane

Molor Lagi, Anggota DPR Tanyakan Sanksi Denda ke BBWS Ciliwung-Cisadane
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Megamendung - Proyek pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi (Cipayung), Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor kembali molor. Masing-masing kontraktor yaitu PT Wijaya Karya-PT Basuki (Bendungan Sukamahi) dan  PT Abipraya-PT Sacna KSO (Bendungan Cipayung) baru menyelesaikan 60 persen dan 72,77 persen.

Padahal dua kontraktor tersebut pada akhir 2019 lalu sudah diberikan waktu tambahan hingga setahun plus tidak diberikan sanksi denda. Lambatnya proyek ini  di awal 2020 lalu dinilai masih sangat terkendala pembebasan lahan yang masih rendah yaitu dibawah 50 persen.

Namun, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane belum berkomentar mengenai sanksi denda kepada kedua kontraktor tersebut. Hal itu pun dikritisi anggota Komisi V DPR Mulyadi.

"Mengenai belum jelasnya apakah ada sanksi denda kepada kedua penyedia jasa proyek pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi (Cipayung), maka kami akan ingatkan dan tanyakan langsung kepada BBWS Ciliwung Cisadane selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)," ucap Mulyadi kepada wartawan, Rabu (9/12/2020).

Mantan Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat ini menerangkan bahwa kedua bendungan yang sedikitnya bernilai Rp 3,1 Triliun ini sangat dinantikan masyarakat sebagai salah satu cara mengatasi banjir di Jakarta, Bogor, Depok dan sekitarnya.
 
“Agar proyek ini selesai sesuai target yang telah ditetapkan, maka pada Tahun 2021 kami akan mengunjungi lagi proyek pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi (Cipayung) ini untuk mengetahui progres terbaru atau perkembangan dari proyek strategis nasional (PSN) ini . Sempat dijelaskan oleh pihak PU, bahwa progresnya baru 45 persen untuk Bendungan Ciawi dan 37 persen untuk Bendungan Sukamahi. Ini tentu mengecewakan,” terangnya.

Dihubungi terpisah, Humas BBWS Ciliwung-Cisadane Agung menjelaskan belum tuntasnya proyek pembangunan Bendungan Sukamahi dan Bendungan Ciawi (Cipayung) inu karena terkendala hujan dan belum rampungnya pembebasan lahan.

"Kendala (molornya) proyek pembangunan Bendungan  Sukamahi dan Bendungan Ciawi (Cipayung) karena cuaca hujan, dimana hampir setiap hari hujan. Lalu ada beberapa lahan yang belum bebas dan masih proses konsinyasi di Pengadilan Negeri Kelas I A Cibinong," jelas Agung.

Diaa menambahkan, hingga saat ini pelaksanaan proyek Bendungan Sukamahi progres pembebasan lahannya sudah mencapai 92,67 persen dengan progres fisik 60 persen.

"Bendungan Sukamahi akan menampung aliran Sungai Cisukabirus dan anak Sungai Ciliwung dengan volume tampungan 1,68 juta meter kubik," tambahnya.

Sedangkan, proyek pembangunan Bendungan Ciawi (Cipayung) yang menampung aliran Sungai Cisarua, Sungai Cibogo dan Sungai Ciliwung ini dengan volume tampungan 6,05 juta meter kubik hingga saat ini sudah mencapai 72,77 persen untuk progres fisiknya dan 94,17 persen untuk pembebasan lahannya.

"Proyek pembangunan dua bendungan ini diharapkan bisa selesai pada April 2021 mendatang," tukas Agung. (Reza Zurifwan)