Masyarakat Pelaku Usaha Jasa Wisata di Kab. Bogor Dapat Bantuan Kemenparekraf dan Diskanak

Masyarakat Pelaku Usaha Jasa Wisata di Kab. Bogor Dapat Bantuan Kemenparekraf dan Diskanak
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor- Dinas Peternakan dan Perikanan (Diskanak) Kabupaten Bogor mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 200 juta dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Bantuan uang tersebut diperuntukkan kepada masyarakat pelaku usaha jasa wisata, bentuknya berupa bantuan gerobak, peralatan berdagang dan juga pelatihan pemasaran hasil produk pengolahan ikan.

Harapan Kemenparekraf, dengan diberikannya bantuan kepada masyarakat pelaku usaha jasa wisata bisa mempercepat pemulihan ekonomi yang menurun karena pandemi virus corona (Covid 19).

"Hari ini kami memberikan bantuan modal dan pelatihan pemasaran hasil produk pengolahan ikan kepada 15 orang masyarakat Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Cisarua, mereka sehari-hari berusaha jasa wisata di objek-objek wisata di dua kecamatan diatas," ucap Kepala Diskanak Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja kepada wartawan, Rabu, 9/12).

Pria asli Priangan ini menerangkan sektor peternakan dan perikanan di Bumi Tegar Beriman memiliki potensi besar untuk maju, hal itu karena banyaknya permintaan pasar akan kebutuhan daging ikan, ayam  sapi dan lainnya.

"Banyak permintaan pasar Jabodetabek untuk sektor peternakan dan perikanan, apalagi Bogor paling banyak dikunjungi wisatawan yang berasal dari daerah ibu kota negara berikut penyangganya," terangnya.

Ubay Subandi (usia 46 tahun) warga Desa Warga Jaya, Kecamatan Sukamakmur mengucapkan banyak terima kasih atas paket bantuan yang diberikan oleh Kemenparekraf dan Diskanak Kabupaten Bogor.

"Sehari-hari kami memang sebagai pelaku usaha jasa wisata namun bukan disektor peternakan maupun perikanan, dengan adanya paket bantuan ini maka peluang kami untuk meraih pendapatan yang layak cukup besar," ucap Ubay.

Ayah dua orang anak ini melanjutkan dengan pengelola objek wisata melaksakan protokol kesehatan Covid 19 atau Clean Healthy Safety dan Environment (CHSE) maka besar kemungkinan bakal naik tingkat kunjungan wisatawan.

"Saat ini pengelola objek wisata sudah melaksanakan protokol kesehatan Covid 19 dan menuju CHSE, semoga kedepan tingkat kunjungan wisatawan ke Curug Cipamingkis, Sukamakmur bakal ada peningkatan," lanjutnya (Reza Zurifwan)