DJP Jabar I Resmikan Tax Center di UIN SGD dan UNP Sukabumi

DJP Jabar I Resmikan Tax Center di UIN SGD dan UNP Sukabumi
istimewa

INILAH, Bandung - Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat I Neilmaldrin Noor melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman terkait Pembentukan Tax Center dengan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung Prof Mahmud dan Rektor Universitas Nusa Putra (UNP) Sukabumi Dr Kurniawan, Kamis (10/12/2020). 

Acara ini sekaligus merupakan peresmian Tax Center di kedua perguruan tinggi tersebut yang dilaksanakan secara daring mengingat kondisi pandemi Covid-19. Neilmaldrin  menyampaikan, penerimaan pajak merupakan kontributor utama dalam APBN. 

Menuruntya, sejak 2009 kontribusi penerimaan pajak di atas 70% dengan tren terus meningkat. Beberapa manfaat pajak diantaranya adalah untuk operasional kelangsungan negara secara umum, biaya pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat dalam bentuk dana transfer ke daerah di seluruh Indonesia. Termasuk anggaran penanganan pandemi Covid-19 yang alokasinya mencapai Rp695,2 triliun.

"Mengingat pentingnya peranan pajak dalam APBN, maka diperlukan sinergi dan kerja sama yang baik antara DJP dengan seluruh stake holder. Mulai dari institusi, lembaga, asosiasi, dan pihak lainnya dalam pengamanan penerimaan pajak, termasuk di dalamnya meningkatkan kepatuhan dan kesadaran pajak," kata Neilmaldrin.

Sesuai dengan nota kesepahaman antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor MoU-21/MK.03/2014 dan Nomor 13/X/NK/2014, DJP telah melakukan kerja sama dan kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi. 

Tujuannya, untuk mewujudkan kesadaran dan kepedulian masyarakat tentang pentingnya pajak bagi negara yang dimulai dari lingkungan kampus. 

Tax Center dapat menjadi pusat edukasi pajak di kampus dan masyarakat, pusat informasi perpajakan, mitra perumus kebijakan, mitra pemberdayaan masyarakat, dan mitra pendukung layanan perpajakan.

Bagi perguruan tinggi, keberadaan Tax Center diharapkan berperan sebagai pelita pajak yang mampu memberikan pencerahan, penerangan maupun penjelasan yang memadai mengenai pajak secara utuh baik pemahaman arti pentingnya pajak, ketentuan dan prosedur administrasi pemenuhan kewajiban perpajakan kepada internal stakeholder nya yaitu unit maupun lembaga pendidikan, para dosen dan mahasiswa.

Bagi eksternal stakeholder semisal pelaku usaha UMKM di sekitar kampus Tax Center dapat berperan sebagai pusat edukasi dan informasi dengan melakukan kegiatan seperti  klinik perpajakan dan sosialisasi perpajakan sehingga mereka mampu menjalankan kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar.

Sedangkan, Rektor UIN SGD Bandung Prof Mahmud menyampaikan terima kasih kepada Kanwil DJP Jawa Barat I yang telah memberikan kepercayaan dan mendukung  pembentukan Tax Center di UIN SGD. Keberadaan Tax Center bagi UIN SGD tentu sangat berarti. 

"Harapannya, Tax Center ini dapat menjadi sarana belajar bagi mahasiswa sebagai calon wajib pajak masa depan, sekaligus sebagai pusat informasi, pendidikan dan pelatihan perpajakan sehingga dapat  meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan hak dan kewajiban perpajakan. Kewajiban taat pajak tidak hanya merupakan bakti sebagai anak bangsa, namun juga merupakan amalan yang bernilai ibadah," jelasnya.

Sementara, Rektor UNP Dr Kurniawan menyebutkan Tax Center UNP siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Kanwil DJP Jawa Barat I. 

"Dengan diresmikannya Tax Center UNP, diharapkan keberadaannya dapat menjadi jembatan antara kampus dengan Direktorat Jenderal Pajak dalam memberikan edukasi pajak bagi para mahasiswa, civitas akademika, dan masyarakat luas," ujarnya. (*)