Okupansi Hotel Jelang Libur Nataru di Cianjur Masih Sepi

Okupansi Hotel Jelang Libur Nataru di Cianjur Masih Sepi
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Cianjur- PHRI Cianjur, Jawa Barat, mencatat tingkat okupansi hotel dan restoran menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru, masih rendah yaitu di angka 25 persen karena pembatasan sosial berskala besar/PSBB yang masih diterapkan sejumlah wilayah terutama Jabodetabek.

Ketua PHRI Cianjur, Nano Indrapraja saat dihubungi di Cianjur, Kamis, mengatakan menjelang liburan akhir tahun kali ini, tingkat pemesanan kamar hotel terbilang sepi dibandingkan tahun sebelumnya yang sudah mencapai 50 persen pada Minggu pertama bulan Desember. Namun pihaknya optimistis tingkat pemesanan akan meningkat menjelang pergantian tahun.

"Biasanya tahun sebelumnya, pada minggu pertama Desember, anggota PHRI sudah menerima pesanan sampai 50 persen, namun saat ini angka pesanan masih rendah, paling tinggi di angka 25 persen untuk malam Natal dan Tahun Baru karena PSBB yang masih berlaku di sejumlah wilayah zona merah," katanya.

Meski terjadi lonjakan menjelang akhir tahun, tutur dia, pihaknya tetap mengimbau anggotanya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan terutama terkait pembatasan tamu 50 persen dari kamar yang ada, serta menerapkan protokol kesehatan ketat bagi setiap tamu yang datang sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus berbahaya.

"Harapan kami menjelang akhir tahun ada peningkatan okupansi maksimal di angka 50 persen, karena selama pandemi okupansi hotel terus menurun, meski sempat mengalami kenaikan pada bulan Oktober, namun terus menurun hingga saat ini karena PSBB kembali diperpanjang di sejumlah wilayah," kata Nano.

Sementara Markom Manager Le Eminence Hotel Rizky Sutrisna, mengatakan menjelang libur panjang natal dan tahun baru kali ini, tingkat pemesanan kamar hotel masih di bawah 25 persen, menurun jauh dibandingkan tahun sebelumnya pada tanggal yang sama tingkat pemesanan sudah di atas 50 persen untuk akhir tahun.

"Untuk tahun ini, menurun drastis. Pekan ini, angka pemesanan baru 22 persen dari kapasitas yang ada dan diperbolehkan selama pandemi. Untuk meningkatkan angka pesanan, selain menjamin kesehatan lingkungan hotel yang selalu mendapat perhatian dinas terkait, kami berikan diskon bagi tamu yang akan menghabiskan libur panjang akhir tahun," katanya.