Liga Champions Memasuki Babak 16 Besar, Berikut Profil Singkat Tim

Liga Champions Memasuki Babak 16 Besar, Berikut Profil Singkat Tim
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Bandung - UEFA akan mengundi babak 16 besar Liga Champions Senin pekan depan di markas mereka di Nyon, Swiss.

Juara bertahan Bayern Muenchen yang lolos sebagai juara Grup A berada pada pot unggulan bersama tujuh tim juara grup lainnya.

Sedangkan Barcelona, untuk pertama kalinya sejak 2006/2007 harus berada pada pot nonunggulan karena melangkah ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup G.

Mengacu aturan undian 16 besar Liga Champions UEFA, Atletico Madrid yang lolos sebagai runner-up Grup A tidak akan bertemu dengan baik Real Madrid maupun Barcelona karena keduanya berasal dari satu negara.

Berikut profil tim-tim peserta babak 16 besar Liga Champions (berdasarkan abjad):

Atalanta

Lolos sebagai runner-up Grup D setelah mengalahkan Ajax dalam laga pemungkas.

Setelah musim lalu menjadi kejutan berstatus tim debutan di Liga Champions, tim besutan Gian Piero Gasperini sukses lolos ke babak 16 besar dua musim secara beruntun.

Pencapaian terjauh Atalanta adalah babak perempat final ketika dikalahkan Paris Saint-Germain dalam musim debutnya 2019/2020.

Keberhasilan Gasperini mengantarkan Atalanta debut dalam Liga Champions membuatnya mendapat gelar warga kehormatan Bergamo pada 2019 dan musim ini penampilan gemilangnya ditandai dengan kemenangan di Anfield.

Calon lawan: Bayern Muenchen, Real Madrid, Manchester City, Chelsea, Borussia Dortmund, dan Paris Saint-Germain.

Atletico Madrid

Lolos sebagai runner-up Grup A setelah mengalahkan Red Bull Salzburg dalam laga pemungkas.

Atletico lolos ke 16 besar Liga Champions untuk tiga musim secara beruntun, tetapi Los Rojiblancos tidak pernah juara kendati tiga kali mencapai partai final pada 1973/1974, 2013/2014 dan 2015/2016.

Diego Simeone sejauh ini berhasil mempersembahkan dua trofi Eropa untuk Atletico berupa Liga Europa 2011/2012 dan 2017/2018, tetapi pelatih yang kini mendekati angka 500 pertandingan memimpin Los Rojiblancos tentu penasaran dengan Liga Champions, terlebih musim lalu mereka sukses menjungkalkan Liverpool yang berstatus juara bertahan.

Calon lawan: Manchester City, Liverpool, Chelsea, Borussia Dortmund, Juventus, dan Paris Saint-Germain.

Barcelona

Lolos sejak memenangi laga pekan keempat, tetapi berakhir sebagai runner-up Grup G setelah kalah melawan Juventus dalam laga pemungkas.

19 musim beruntun lolos ke babak 16 besar, kendati rekor selalu menjuarai grup sejak 2006/2007 terhenti, Barcelona saat ini masih memegang rekor selalu tampil paling tidak mencapai babak perempat final dalam 13 musim beruntun sejak 2007/2008.

Lagi pula dalam kurun waktu itu Barcelona menambah tiga buah trofi Liga Champions untuk melengkapi koleksi mereka menjadi lima buah dan mereka berhak mengenakan emblem Badge of Honour.

Ronald Koeman mempunyai reputasi terpuji di mata suporter Barcelona karena golnya mengantarkan Blaugrana menjuarai Eropa pada 1992, tetapi harus segera memperbaiki konsistensi penampilan jika tak ingin kursi pelatihnya menjadi kursi panas.

Calon lawan: Bayern Muenchen, Manchester City, Liverpool, Chelsea, Borussia Dortmund, dan Paris Saint-Germain.

Bayern Muenchen

Lolos sejak memenangkan laga pekan keempat sekaligus mengunci status juara Grup A.

Berstatus juara bertahan setelah meraih trofi Si Kuping Besar di tengah pandemi Covid-19 dan saat ini melanjutkan tren selalu lolos fase grup untuk 13 musim beruntun di mana di dalamnya empat kali mencapai final dan dua kali juara, melengkapi enam trofi elite Eropa.

Hansi Flick sukses menemukan kembali karakter juara di dalam diri Bayern sejak menggantikan Niko Kovac dan dianggap sebagai calon pelatih masa depan timnas Jerman menggantikan Joachim Loew yang sempat diasisteninya ketika menjuarai Piala Dunia 2014.

Bayern sempat dikejutkan dengan kekalahan dari Hoffenheim awal musim ini tetapi tampak siap melanjutkan performa gemilang meraih tiga gelar musim lalu.

Calon lawan: Porto, Atalanta, Sevilla, Lazio, dan Barcelona.

Borussia Dortmund

Lolos sejak memenangi laga pekan kelima dan mengunci status juara Grup F dengan mengalahkan Zenit St. Petersburg dalam laga pemungkas.

Untuk tiga musim beruntun lolos ke fase grup, tetapi tim tradisional Jerman itu belum kunjung menambah koleksi satu-satunya trofi Liga Champions yang diraih pada 1997.

Lucien Favre dua musim berturut-turut gagal membawa Dortmund melangkah lebih jauh dari babak 16 besar, tetapi Die Borussen kini mempunyai senjata baru dalam diri Erling Braut Halland yang memenangi penghargaan Golden Boy 2020.

Calon lawan: Atletico Madrid, Porto, Atalanta, Sevilla dan Barcelona.

Borussia Moenchengladbach

Lolos sebagai runner-up Grup B dibantu hasil imbang Inter Milan vs Shakhtar Donestk kendati dikalahkan Real Madrid dalam rangkaian laga pemungkas.

Untuk pertama kalinya lolos dari fase grup sejak format Liga Champions diberlakukan dan pencapaian terbaik Gladbach dalam kompetisi tertinggi Eropa adalah runner-up pada 1977 ketika dikalahkan Liverpool dalam partai final.

Merasakan sentuhan dingin Juergen Klopp saat masih berkarier sebagai bek di Mainz, Marco Rose menyepuh kemampuan melatihnya dengan tak terkalahkan di kandang saat menangani Red Bull Salzburg sehingga menarik perhatian Gladbach.

Dua musim ini Rose telah membawa Gladbach menemukan kembali status mereka sebagai pesaing gelar juara Bundesliga Jerman yang berusaha menggoyah dominasi Bayern dan Dortmund bersama RB Leipzig.

Calon lawan: Manchester City, Liverpool, Chelsea, Juventus dan Paris Saint-Germain.

Chelsea

Lolos sejak memenangkan laga pekan keempat dan mengunci status juara Grup E setelah mengalahkan Sevilla.

Dua musim beruntun lolos dari fase grup, Frank Lampard berambisi menjadi individu kedelapan yang menjuarai Liga Champions sebagai pemain dan pelatih setelah mengkapteni skuad Chelsea yang juara pada 2012.

Ambisi itu didukung penuh belanja tanpa tanggung yang dilakukan Roman Abramovich sejak hukuman sanksi transfer dicabut dengan mendatangkan sederet nama bintang dalam diri Timo Werner, Kai Havertz, Hakim Ziyech, dan Thiago Silva, berpadu dengan keberadaan Christian Pulisic serta produk-produk akademi bermutu seperti Tammy Abraham, Mason Mount, dan Reece James.

Calon lawan: Atletico Madrid, Borussia Moenchengladbach, Porto, Atalanta, Lazio, Barcelona, dan RB Leipzig.

Juventus

Lolos sejak memenangkan laga pekan keempat dan mengudeta posisi puncak klasemen akhir Grup G dengan mengalahkan Barcelona dalam laga pemungkas.

Tujuh musim beruntun lolos fase grup dan dua kali mencapai final, tetapi tak kunjung mampu menambah koleksi dua trofi Kuping Besar yang terakhir mereka raih pada 1996.

Maestro lapangan tengah Andrea Pirlo "dipaksa" naik kelas langsung sebagai manajer Juventus menyusul pemecatan Maurizio Sarri musim panas lalu dan periodenya bersama Si Nyonya Tua sejauh ini belum konsisten.

Kemenangan telak 3-0 atas Barcelona di Camp Nou dalam laga pemungkas Grup G menyemai optimisme ditambah top skor sepanjang masa Liga Champions Cristiano Ronaldo tertantang untuk membuktikan kariernya belum habis.

Calon lawan: Atletico Madrid, Borussia Moenchengladbach, Porto, Sevilla, dan RB Leipzig.

Lazio

Lolos sebagai runner-up Grup F meskipun hanya main imbang lawan Club Brugge dalam laga pemungkas.

Untuk pertama kalinya sejak 2000 lolos dari fase grup dengan mencapai babak perempat final yang sampai kini merupakan capaian terbaik dalam Liga Champions.

Simone Inzaghi berhasil mengantarkan Lazio juara Coppa Italia pada 2019, kini saatnya dia membuktikan diri dalam pentas yang lebih tinggi demi mewujudkan keinginan merevisi sejarah klub ibu kota Italia itu.

Calon lawan: Bayern Muenchen, Real Madrid, Manchester City, Liverpool, Chelsea dan Paris Saint-Germain.

Liverpool

Lolos sebagai juara Grup D sejak memenangkan laga pekan kelima.

Empat musim terakhir selalu lolos fase grup, dua kali mencapai final dan jadi juara pada 2019 untuk menambah koleksi trofi Si Kuping Besar mereka jadi enam buah.

Juergen Klopp terus melanjutkan transformasi Liverpool, tetapi peluang mereka musim ini dianggap terkikis sejak andalan lini belakang mereka, Virgil van Dijk, mengalami cedera lutut dan bek asal Belanda itu bukan satu-satunya korban dari badai cedera skuad The Reds yang tampaknya baru mereda awal tahun nanti ketika kepadatan jadwal pertandingan sedikit melonggar.

Rekrutan anyar Thiago Alcanatara belum banyak berkontribusi --juga karena cedera--, tetapi Diogo Jota menjelma menjadi pembelian cermat berikutnya dari Michael Edwards yang mungkin bisa membantu Liverpool melangkah lebih jauh di Eropa.

Calon lawan: Atletico Madrid, Borussia Moenchengladbach, Porto, Sevilla, Lazio, Barcelona dan RB Leipzig.

Manchester City

Lolos sejak pekan keempat dan merengkuh status juara Grup C sepekan berselang.

Untuk delapan musim beruntun lolos dari fase grup dan pencapaian terjauh hanya semifinal pada 2016, tetapi sejak kedatangan Pep Guardiola membuat City menemui tembok baru Liga Champions pada babak perempat final.

Musim ini, Guardiola mengalami awalan terburuk terutama di Liga Premier termasuk dengan rasio konversi peluang yang terjun bebas, kendati hal itu tidak begitu tampak dalam Liga Champions di mana mereka lagi-lagi berada dalam grup tergolong mudah.

Calon lawan: Atletico Madrid, Borussia Moenchengladbach, Atalanta, Sevilla, Lazio, Barcelona dan RB Leipzig.

Paris Saint-Germain

Lolos sebagai juara Grup H setelah memenangi laga pemungkas.

Delapan musim beruntun lolos fase grup dan kedatangan Thomas Tuchel bahkan sukses membuat PSG menjadi finalis musim lalu, meski harus mengakui keperkasaan Bayern Muenchen dalam partai puncak.

Mengawali fase grup dengan kekalahan dari Manchester United, PSG perlahan menemukan penampilan terbaik, melakukan revans di Old Trafford dan berakhir memuncaki grup neraka.

Pandemi Covid-19 membuat Neymar harus rela mengecilkan volume drama transfernya dan sebisa mungkin siap bersaing sehat dengan Kylian Mbappe demi prestasi terbaik di Eropa bagi Le Parisien.

Calon lawan: Atletico Madrid, Borussia Moenchengladbach, Porto, Atalanta, Sevilla, Lazio dan Barcelona.

Porto

Lolos sebagai runner-up Grup C sejak memenangi laga pekan kelima.

Kembali lolos dari fase grup setelah musim lalu harus terlempar ke Liga Europa menumbuhkan kembali kepercayaan diri sang juara 1987 dan 2004.

Sergio Conceicao sejauh ini bisa mengembalikan kejayaan Porto dalam kompetisi domestik Portugal, tetapi di Eropa dia mau tidak mau harus mengandalkan disiplin pertahanan yang ketat jika ingin melangkah lebih jauh lagi.

Calon lawan: Bayern Muenchen, Real Madrid, Liverpool, Chelsea, Borussia Dortmund, Juventus dan Paris Saint-Germain.

RB Leipzig

Lolos sebagai runner-up Grup H setelah mengalahkan Manchester United dalam laga pemungkas.

Dua musim berturut-turut yang menginjak usia remaja ini bisa lolos dari fase grup di mana musim lalu mereka bahkan mencapai semifinal.

Julian Nagelsmann terus membuktikan diri sebagai salah satu juru taktik muda bertalenta dan kekalahan dari PSG dalam semifinal musim lalu lebih menjadi pencapaian ketimbang kekecewaan.

Musim ini Leipzig terus bertumbuh dan memburu pencapaian prestasi baik di panggung domestik maupun Eropa, dan mimpi tiket partai final di Istanbul bukanlah ide buruk untuk merayakan ulang tahun ke-12 klub tersebut.

Calon lawan: Real Madrid, Manchester City, Liverpool, Chelsea dan Juventus.

Real Madrid

Lolos sebagai juara Grup B setelah mengalahkan Gladbach dalam laga pemungkas.

Tim bangsawan Eropa ini merupakan berbagai pemegang rekor Liga Champions, termasuk penampilan 24 musim beruntun di mana mereka tak pernah gagal lolos dari fase grup dan menambah tujuh trofi melengkapi koleksi 13 trofi Liga Champions mereka.

Zinedine Zidane juga masih menjadi satu-satunya manajer yang menjuarai Liga Champions tiga musim secara beruntun, tetapi dia perlu membuktikan lebih jauh bahwa dia memang memiliki sentuhan magis dan bukan semata mengandalkan kehadiran Cristiano Ronaldo kala itu.

Terlebih, musim ini Real Madrid terseok-seok baik dalam Liga Champions maupun Liga Spanyol, tapi Los Blancos tetaplah nama yang tak diharapkan tim manapun muncul dalam hasil undian 16 besar nanti.

Calon lawan: Porto, Atalanta, Lazio dan RB Leipzig.

Sevilla

Lolos sejak memenangi laga pekan keempat dan berakhir sebagai runner-up Grup E karena kalah sepekan berselang.

Untuk kelima kalinya Sevilla lolos dari fase grup Liga Champions dan mereka berkesempatan untuk membuktikan diri bukan sekadar jagoan kasta kedua Eropa.

Julen Lopetegui yang musim lalu dipercaya menangani Sevilla sukses membayar lunas kepercayaan klub dalam upayanya menghapus label pelatih gagal di tanah Spanyol karena tenor singkatnya di Real Madrid dan kegagalannya selama menangani Porto.

Calon lawan: Bayern Munich, Manchester City, Liverpool, Borussia Dortmund, Juventus dan Paris Saint-Germain.

(antara)