Dinsosnangkis dan Disdik Kota Bandung Beri Bantuan ke M Rais

Dinsosnangkis dan Disdik Kota Bandung Beri Bantuan ke M Rais
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memberikan bantuan kepada Siti Hasanah dan Muhammad Rais, Jumat (11/12/2020).

Tak hanya itu, Siti dan Rais juga menerima bantuan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bantuan tersebut berupa, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel), dan perlengkapan sekolah seperti tas, sepatu, seragam, dan buku tulis.

Diketahui, Siti Hasanah merupakan orang tua dari Muhammad Rais seorang SDN 047 Balonggede. Muhammad Rais sempat menjadi pemberitaan karena terpaksa menemani sang ibu memulung. Di sela-sela menemani ibunya, Rais tetap belajar.

Atas bantuan-bantuan tersebut, Siti Hasanah mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya hingga bisa tinggal di rumah kontrakan dan mendapat bantuan modal usaha.

"Alhamdulillah saya dikasih modal usaha juga, mohon doanya agar kami tidak ke jalan lagi. Rais juga bisa belajar di rumah. Apalagi cita cita Rais mau jadi Polisi, karena di jalan dia lihat banyak kejahatan, jadi dia mau belajar untuk mengejar cita-citanya itu dan saya mendukung," kata Siti.

Sementara itu, Kepala Dinsosnangkis Kota Bandung Tono Rusdiantono mengatakan, Muhammad Rais dan ibunya sebetulnya sudah dibantu oleh Pemkot Bandung secara optimal. Sebagai contoh, bahwa Rais dan ibunya sudah dibina lebih dari tiga kali Dinsosnangkis.

Sebelumnya, Rais dan ibunya pun telah mendapat bantuan dari dua panti yang berupa biaya sekolah sampai SMA dan biaya usaha untuk ibunya.

"Tapi hal teknis yang tidak bisa dia penuhi terkait SOP, sehingga intinya mereka tidak bisa dimasukkan ke data kependudukan, NIK dan KK. Pemkot Bandung sangat peduli dengan pendidikan dan saya yakin bahwa kemungkinan kejadian ini bisa ada lagi. Saya harap tidak usah berlebihan menanggapinya," kata Tono.

Sementara itu, Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan, Abdul Kahar mengatakan, bantuan diberikan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah. Pihaknya sangat terbantu dengan masukan dan laporan dari masyarakat atas hal tersebut, karena anak-anak usia sekolah wajib mengenyam pendidikan sebagai layanan dasar.

"Karena keterbatasan kami untuk melihat semuanya, begitu juga di satuan pendidikan. Sekolah mungkin sudah melakukan deteksi seperti itu, tapi terkadang tidak bisa terdeteksi secara utuh karena orangtuanya tidak terdata dengan baik," kata Abdul. 

Menurutnya, ke depan jika ada kejadian serupa, Disdik Kota Bandung dan Dinsosnangkis Kota Bandung harus memprioritaskan anaknya dulu, bukan kependudukan orang tuanya.

"Ini PR kami bersama Dinas Sosial karena kami tidak bisa berbuat banyak manakala ada data yang tidak terdata dengan baik, anak tersebut harus tetap bersekolah," ucapnya. 

Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Hikmat Ginanjar mengatakan dengan kejadian tersebut bisa menjadi pelajaran bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. 

"Sangat bagus dan juga memberikan motivasi bagi kita semua agar lebih aware lagi terhadap permasalahan pendidikan. Kami dari Disdik pun juga mengingatkan semua pihak bagaimana menangani masalah seperti Rais ini yang tentunya masih ada Rais-Rais lain di sekitar kita," kata Hikmat. 

Dia pun mengimbau jika terdapat kejadian seperti ini lagi, bisa langsung diinformasikan melalui Disdik Kota Bandung agar bisa segera ditindaklanjuti.

"Tentunya Dinas Pendidikan sangat concern memberikan layanan-layanan dasar bagi siapa pun warga Kota Bandung yang wajib mengikuti pendidikan dasar, oleh karenanya kami menyiapkan layanan di Disdik sehingga bisa ditindaklanjuti dan ditanggapi oleh kita bersama-sama," ucapnya. (Yogo Triastopo)