Wakaf Salman ITB Gelar Virtual Tour RS Salman Hospital Kabupaten Bandung

Wakaf Salman ITB Gelar Virtual Tour RS Salman Hospital Kabupaten Bandung
istimewa

INILAH, Bandung - Wakaf Salman ITB menggelar Virtual Tour RS Salman Hospital Kabupaten Bandung. Dari hasil Virtual Tour RS Salman Hospital sudah terkumpul dana wakaf sebesar Rp281.526.751. Acara tersebut diikuti sebanyak 134 orang peserta. 

Direktur Utama PT Salman Rasidi Semesta Dadang Rukanta mengatakan, acara tersebut bertujuan memberikan informasi kondisi terkini dari progres wakaf kesehatan untuk RS Salman Hospital sekaligus rencana dan tujuan sejarah dari RS Salman Hospital yang dibangun di Soreang, Kabupaten Bandung. 

"Kami beriterimakasih banyak kepada para donatur yang telah menitipkan amanah wakafnya kepada wakaf salman, semoga menjadi pahala jariyah untuk kita semua dan 
RS Salman Hospital dapat segera terwujud," ujar Dadang, Sabtu (12/12/2020).

Menurut Dadang, pembangunan dan pengelolaan rumah sakit ini melibatkan aspek bangunan, interior, food & beverages, hospitality, lingkungan, di samping tentunya aspek medis sendiri. Semua aspek tersebut sangat potensial untuk diwarnai dan kemudian menjadi sarana internalisasi nilai-nilai islam, baik bagi para pengunjung, pasien, maupun karyawannya.

Saat ini jumlah tempat tidur di rumah sakit di Indonesia (2018) tercatat sebanyak 310.710 unit. Dari angka tersebut, di Jawa Barat terdapat sebanyak 41.572 unit. 

Dengan jumlah ini, Jawa Barat masih kekurangan tempat tidur untuk perawatan di RS sebanyak 7.112 unit lagi. Jumlah ini berdasarkan standar WHO yang menyatakan bahwa satu tempat tidur untuk 1.000 penduduk. Dengan jumlah penduduk mencapai 3,7 juta jiwa, pemanfaatan RS baru mencapai 11,86% dari total penduduk. Angka ini terhitung kecil karena kapasitas RS yang tersedia di Kabupaten Bandung masih sangat terbatas.

"Hingga saat ini, RS di Kabupaten Bandung hanya mampu menyediakan 1.200 tempat tidur dari kebutuhan 3.700 tempat tidur. Dikarenakan sebanyak 87% penduduk Indonesia adalah muslim, penyediaan fasilitas syariah merupakan salah satu aspek penting. RS Salman Hospital hadir untuk memenuhi penyedian fasilitas tersebut," papar Dadang.

Dia menambahkan, RS Salman Hospital juga siap menyediakan pelayanan terbaik bagi kaum dhuafa yang memiliki kesulitan mengakses fasilitas rumah sakit melalui konsep amil zakat yang melibatkan lembaga sosial. Demi mewujudkan cita-cita RS Salman Hospital ini, dukungan dari seluruh umat Islam tentu sangat diperlukan. 

"Kami membuka kesempatan untuk turut aktif dalam pembangunan RS Salman Hospital dalam bentuk wakaf produktif. Melalui skema wakaf ini, pokok wakaf ditahan, kemudian keuntungan yang didapatkan akan digunakan untuk mauquf ‘alaih (penerima manfaat wakaf), bisa keluarga, fakir, miskin, dhuafa, bahkan masyarakat umum. Selain wakaf kami juga menerima pendanaan dalam bentuk zakat, infak, hibah, dan donasi. Melalui berbagai skema pendanaan ini kami berharap dapat memberikan manfaat terbaik terutama bagi kaum dhuafa," imbuh Dadang.

Menurut dia, pendirian kompleks RS Salman Hospital diawali dengan pembangunan masjid rumah sakit. Masjid ini bernama Masjid Salman Rasidi dan diperuntukkan untuk umum termasuk warga sekitar, karyawan RS, serta masyarakat Soreang. RS Salman

Dia berharap pendirian Masjid Salman Rasidi dapat menjadi titik awal cita-citanya untuk menjadi model peradaban yang islami. RS Salman Hospital memiliki lima nilai (4S+1H) dalam pengelolaan rumah sakit yaitu, safety, syari, smart, sustainable, dan hospitality.

"Pelayanan RS Salman Hospital dijalankan dengan konsep pendekatan paripurna, mencakup pendekatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Selain sarana kuratif dan rehabilitatif, RS Salman Hospital juga menyediakan sarana untuk kegiatan promotif dan preventif. Dengan demikian, selain pemenuhan pemulihan aspek jasmani, RS Salman Hospital juga mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar pasien lainnya sebagai insan manusia yaitu aspek spiritual, psikologis, dan sosialnya," ucapnya.

Agar cita-cita RS Salman Hospital dapat terwujud kata Dadang, saat ini RS Salman Hospital masih membutuhkan dana untuk pembangunan tahap I yaitu pembuatan fondasi sekitar Rp7 miliar.

Sebagai catatan, Wakaf Salman ITB mengajak seluruh pihak untuk turut serta bahu-membahu mewujudkan pembangunan RS Salman Hospital. Seluruh manfaat pembangunan rumah sakit ini akan diprioritaskan kepada kaum dhuafa yang membutuhkan pelayanan kesehatan memadai. 

Donasi terbaik dapat disalurkan melalui Call Center (0811 2441 444) Acara Virtual Tour RS Salman Hospital bisa disaksikan kembali melalui Youtube Wakaf Salman ITB. (Okky Adiana)