Tirta Pakuan Siap Menambah Kapasitas Produksi Air untuk Zona Lima dan Enam 

Tirta Pakuan Siap Menambah Kapasitas Produksi Air untuk Zona Lima dan Enam 
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor berencana menambah kapasitas produksi air untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di zona lima dan enam.

Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan, Ardani Yusuf mengatakan, kapasitas produksi air di zona lima akan ditambah 50 liter per detik dari yang ada saat ini 38 liter per detik pada Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Palasari. 

"Penambahan kapasitas produksi air itu merupakan program bantuan APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang meliputi pembangunan Water Treatment Plant (WTP) dan reservoir," ungkap Ardani kepada INILAH pada Minggu (13/12/2020).

Ardani melanjutkan, pihaknya dibantu Rp16 miliar dari Kementrian PUPR. Kemarin ada surat edaran dari Kementerian PUPR bahwa desain WTP sudah memenuhi standar, ada peningkatan sedikit nilai RAB sekitar Rp18 miliar. 

"Jadi sisanya sekitar Rp2 miliar dari kami untuk Jaringan Distribusi Utama (JDU). Ya tidak ada masalah, jadi kami hanya mengeluarkan modal Rp2 miliar," tambah Ardani.

Ardani menjelaskan, dirinya memperkirakan kegiatan pembangunan itu dilelang akhir Desember tahun 2020 ini dengan pelaksanaan pekerjaan selama kurang lebih delapan bulan. 

"Mudah-mudahan sekitar bulan Agustus, kami sudah bisa mendapat tambahan kapasitas 50 liter per detik untuk zona lima termasuk membantu Bogor Barat," jelasnya.

Ia juga mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air di zona enam, reservoir Kota Batu juga akan ditambah kapasitas produksi air 30 liter per detik. Reservoir Kota Batu akan mendapat pasokan air baku dari sumber mata air di Kabandungan, Kabupaten Bogor.

"Alhamdulillah, terkait pembebasan lahan di Kabandungan sudah terjadi kesepakatan, mudah-mudahan bulan Januari 2021 selesai. Artinya kami akan mulai menambah kapasitas produksi 30 liter per detik khusus zona enam," terangnya.

Setelah pembebasan lahan itu rampung, masih kata Ardani, sesuai agenda dilanjutkan mengurus dokumen UPL UKL dan IMB terkait pemasangan pipa. 

"Nanti masuk ke Kota Batu, jadi akan menambah yang sekarang Kota Batu 60 liter per detik menjadi 90 liter per detik," tutur pria berkacamata itu.

Ardani berharap, penambahan kapasitas produksi air itu dapat terwujud pada Juli atau Agustus 2021, sehingga peningkatan pelayanan terpenuhi untuk 1.200 sambungan rumah baru. Di zona enam saat ini tercatat ada 3.500 pelanggan.

"Iya, saat ini di zona enam belum bisa menambah pelanggan sejak tahun 2012 karena kapasitas yang ada tidak mencukupi. Dengan adanya Kandungan ini bisa menambah kurang lebih 1.200 sambungan rumah," bebernya.

Sementara itu, Direktur Umum Tirta Pakuan, Rivelino Rizky mengatakan, penambahan kapasitas produksi air sudah menjadi komitmen direksi dalam meningkatkan pelayanan khususnya di zona yang memang belum tercukupi akan kebutuhan air. 

"Komitmen kami sama-sama tentunya akan menambah kapasitas produksi walaupun saat ini sudah mencukupi, hanya zona enam ini memang kekurangan. Artinya sejak tahun 2012 sudah menghentikan tidak ada sambungan baru, sedangkan masyarakat yang ada ingin memasang sambungan tapi belum terlayani. Ini solusi kami," ungkap Rivelino.

Rivelino mengharapkan, awal Januari 2021 mendatang proses perizinannya selesai sehingga dilanjutkan dengan pembangunan. Pembangunan ini targetnya adalah menambah cakupan pelanggan.

"Sesuai target kami di tahun 2021 itu 10.000 pelanggan dan upaya ini juga untuk mendukung cakupan harus mencapai 100 persen pada tahun 2024 yang mana saat ini baru 76 persen," pungkasnya.