Ketika Harapan Terwujud Terlambat

Ketika Harapan Terwujud Terlambat
Ilustrasi/Net

ADA betulnya juga apa yang dikatakan sang penyusun kata hati: "Sungguh menyakitkan jika apa yang Anda inginkan akhirnya datang juga kepada Anda pada saat yang terlambat, saat Anda sudah berubah pikiran, berubah haluan dan berubah keinginan."

Ada banyak kisah yang menjadi pembenar kalimat di atas sehingga sering kita dengar kata: "Mengapa baru sekarang?" Kesedihanpun datang melengkapi keterlambatan datangnya sesuatu yang diharapkan waktu lalu itu.

Perlukah kita menghadirkan kesedihan akan hal seperti itu? Psikolog agama mengatakan tidak perlu. Kesedihan seperti itu akan membuka peluang syetan menggoda kita untuk mengeluh dan protes akan takdir Allah. Sesungguhnya, takdir lain yang telah Allah jadikan pengganti akan yang diinginkan dulu menyimpan sejuta rahasia yang tidak terbaca karena tertutup kabut emosi sedih itu.

Iya. Rasa sedih seringkali menutupi kecerdasan kita menghitung dan merasakan nikmat-nikmat Allah. Itulah sebabnya mengapa kita harus selalu memegang pensil kehidupan yang ujungnya selalu siap mencatat nikmat Allah dan pangkalnya ada penghapus yang siap menghapus "kalimat" sedih yang sempat tertuliskan pula. Berhentilah menuliskan kesedihan di media sosial. Sungguh hal itu tak akan mampu mengundang bahagia melainkan menambahkan derita.

Lalu, bagaimanakah kita menyikapi hal yang diinginkanyang datang terlambat tadi? Kalau tak boleh sedih, apakah harus bahagia? Kalau bahagia, bahagia yang seperti apa? Tentu jawabannya sangat panjang dan bisa beragam tergantung jenis dan alur kisahnya masing-masing. Ada yang punya kisah keterlambatan harapan? Share saja. Salam. AIM. [*]