Doa Persib untuk Agus Atha

Doa Persib untuk Agus Atha
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Ucapan doa mengalir deras untuk Agus Atha. Pasalnya, mantan kiper Persib era Kompetisi Perserikatan itu meninggal dunia. 

Agus Atha dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit diabetes. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 03.00 WIB, di kediamannya di Kota Cimahi, Senin (14/12/2020). 

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono menyampaikan duka untuk Agus Atha. 

"Kami turut berduka cita atas meninggalnya Almarhum. Semoga Allah menempatkannya di tempat yang paling indah bersama orang-orang beriman, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dalam menerima cobaan ini," kata Teddy. 

Senada diungkapkan Manajer Akademi Persib Cimahi, Firman Hejo. Dia mengaku merasa kehilangan, terlebih Agus Atha dipercaya sebagai pelatih kiper. 

"Sudah dari awal didirikan APC (Akademi Persib Cimahi) bareng-bareng. Beliau adalah sosok pelatih yang memiliki ciri khas dan membawa warna, dengan candaannya di dalam maupun luar lapangan," ungkap Firman. 

Selain itu, kata Firman, Almarhum juga merupakan sosok yang disiplin terutama mengenai waktu. 

"Jadi kalau anak-anak belum ada di lapangan, dia sudah ada di lapangan duluan. Gak pernah terlambat," tuturnya. 

Mantan kiper dan pelatih kiper Persib, Gatot Prasetyo juga turut menyampaikan duka untuk Agus Atha. Menurutnya Almarhum merupakan sosok yang baik hati, humoris dan konsisten dengan profesinya. 

"Almarhum juga setia dengan membina kiper usia muda, selalu dekat dan hangat dengan anak didik, sangat peduli dengan rekan-rekan. Selamat jalan coach Agus Atha semoga diterima amal kebaikannya serta diampuni dosa dan kehilafannya," harap Gatot. 

Ucapan doa juga mengalir dari Ketua Umum Viking Persib Club, Heru Joko. Dia mewakili anggotanya menyampaikan duka untuk Agus Atha. 

"Kita keluarga Viking sangat dekat dengan Pak Agus, ya yang pasti di antara mantan Persib ya dia dekat banget salah satu yang dekat dengan kita. Kami kehilangan, karena banyak sekali yang mengenalkan sepak bola ke Viking. Ketika kita banyak yang kenal dengan Pak Agus ya jadi mengerti susah dan senangnya di sepak bola. Kami yang pasti berduka semoga Pak Agus diterima iman Islamnya, dan keluarga yang ditinggalkannya diberi ketabahan," kata Heru. (Muhammad Ginanjar)