Survei Membuktikan, 43,8 Persen Warga Jabar Belum Putuskan Akan Divaksin Covid-19

Survei Membuktikan, 43,8 Persen Warga Jabar Belum Putuskan Akan Divaksin Covid-19
net

INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim sosialisasi rencana vaksinasi di Jabar sudah berjalan dengan baik. Hal itu terukur berdasarkan survei yang dilakukan oleh pihaknya. 

Kendati demikian, hampir 43,8 persen warga Jabar masih ragu disuntik vaksin Covid. Sedangkan 93 persen warga Jabar sudah mengetahui rencana vaksinasi. 

"Ini artinya sosialisasi sudah berjalan baik, kami juga ucapkan terima kasih kepada teman-teman media," ujar Ridwan Kamil, Senin (14/12/2020).

Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyampaikan, berdasarkan hasil survei sebanyak 47 persen warga Jabar memutuskan ikut serta dalam vaksinasi. Adapun yang menolak vaksinasi, jumlahnya sangat kecil atau hanya sekitar 9 persen.

"Yang tidak bersedia hanya 9 persen, sangat kecil. Yang belum memutuskan 43,8 persen dan yang sudah yakin 47,1 persen. Yang belum memutuskan kebanyakan karena ingin mendapatkan informasi yang lebih mendalam sebelum berkeyakinan untuk divaksin," paparnya.

Selain itu, Emil menambahkan, dari 100 persen responden pada survei tersebut sebanyak 73,4 persen menghendaki dirinya divaksin menggunakan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri.

Emil sendiri melakukan pengambilan darah terakhir sebagai uji klinis vaksin Covid-19 sinovac di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Senin (14/12/2020) siang. 

"Mohon doanya agar menghasilkan kesimpulan antibodi yang berlimpah di atas 90 persen, sehingga (vaksin) bisa dibagikan," tuturnya.

Emil menjelaskan, vaksin Covid-18 yang sudah dibeli oleh pemerintah dan telah tiba di Tanah Air yang jumlahnya mencapai 1,2 juta dosis berbeda dengan vaksin yang telah disuntikkan ke dalam tubuhnya. 

Menurutnya, vaksin yang dibeli pemerintah tersebut kini tengah menunggu keputusan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum disuntikkan.

"Itu berbeda dengan vaksin yang dites oleh relawan seperti saya di Biofarma. Yang satu ujuta sekian akan segera dilaksanakan (disuntikkan), prioritas nakes (tenaga kesehatan), TNI, Polri, profesi rawan dan warga di zona rawan setelah ada keputusan dari BPOM," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)