Satpol PP Kembali Jaring 62 Pelanggar Protokol Kesehatan

Satpol PP Kembali Jaring 62 Pelanggar Protokol Kesehatan
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Hari keenam pelaksanaan operasi perketatan adaptasi kebiasaan baru (AKB) yang diperketat pasca penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional di Kota Bandung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menjaring 62 pelanggar.

Para pelanggar tersebut terjaring di tiga lokasi dan kecamatan berbeda pada Senin (14/12/2020). Ketiga lokasi tersebut yaitu, Pasar Kiaracondong, Jalan Ibrahim Adjie, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Kiracondong. 

Lokasi kedua di Pasar Jati dan Lapangan Lodaya Kecamatan Lengkong. Serta, Kantor Kecamatan Cibeunying Kaler di Jalan Cigadung Selatan, Kelurahan Cigadung.

“Hari ini operasi dilakukan di 2 lokasi operasi di pasar serta 1 lainnya di depan kantor kecamatan yang banyak dilalui warga,” kata Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi.

Saat meninjau operasi di depan Pasar Kiaracondong, dia mengaku ikut menemani seorang pelanggar melakukan sanksi sosial berupa push up. Menurutnya, tak semata ingin memberikan hukuman saja, akan tetapi turut mengingatkan bahwa masker keharusan dan kewajiban. 

“Ada yang diberikan sanksi denda administratif. Masing-masing membayar Rp 50 ribu. Jumlahnya, sebanyak 21 dari total 62 pelanggar,” ucap Koordinator Sub Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Satuan Tugas (Satgas) Kota Bandung ini.

Kata Rasdian, total denda administratif yang terkumpul sebesar Rp1.050.000. Sisanya, diberikan sanksi berupa membersihkan lokasi operasi dan melafalkan Pancasila.

Sementara itu, Kepala Seksi Edukasi dan Pencegahan Satpol PP Kota Bandung, Das’an Fathoni berharap, kegiatan operasi yang terus menerus dilakukan oleh petugas bisa meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Paling penting itu kesadaran warga menggunakan masker dan bukan karena takut sama petugasnya. Ingat selalu memakai masker kalau berada di luar rumah. Ingat selalu untuk menerapkan 3M dan 1T, mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dengan air bersih, menjaga jarak dan tidak berkerumun,” kata Das'an. 

Sementara itu, salah seorang pelanggar, GR (19), warga RT 03/RW 04, Kelurahan Antapani Tengah mengaku tidak mengenakan masker karena tertinggal di kantong baju. Dia pun mengaku kapok dan tidak ingin diberikan sanksi berupa denda administratif dan berjanji akan terus menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah.

“Saya tadi ke rumah teman. Masker saya di kantong baju di rumah. Ketinggalan,” kata GR. (Yogo Triastopo)