Saad bin Abi Waqqas sang Penakluk Imperium Persia (Habis)

Saad bin Abi Waqqas sang Penakluk Imperium Persia (Habis)
Ilustrasi/Net

SETELAH itu, untuk beberapa hari ia terbaring sakit karena tidak kuat menanggung kepedihan jika perang harus terjadi. Sa'ad tahu pasti, bahwa peperangan ini akan menjadi peperangan yang sangat keras yang akan menumpahkan darah dan mengorbankan banyak nyawa.

Ketika tengah berpikir, Sa'ad akhirnya tahu bahwa ia tetap harus berjuang. Karena itu, meskipun terbaring sakit, Sa'ad segera bangkit dan menghadapi pasukannya. Di depan pasukan Muslim, Saad mengutip Alquran Surah Al-Anbiya' ayat 105 tentang bumi yang akan dipusakai oleh orang-orang shaleh seperti yang tertulis dalam kitab Zabur.

Setelah itu, Sa'ad berganti pakaian kemudian menunaikan salat Dzuhur bersama pasukannya. Setelah itu dengan membaca takbir, Sa'ad bersama pasukan Muslim memulai peperangan. Selama empat hari, peperangan berlangsung tanpa henti dan menimbulkan korban dua ribu Muslim dan sepuluh ribu orang Persia. Peperangan Qadisiyyah merupakan salah satu peperangan terbesar dalam sejarah dunia. Pasukan Muslim memenangi peperangan itu.

Di masa tuanya, sepeninggal Nabi, Saad jatuh miskin. Ia pun tinggal di masjid dan terkenal sebagai ahlussufah. Belum lagi kedua matanya pun sakit, akhirnya buta. Yang menonjol, setiap kali ia mendoakan seseorang, doanya selalu makbul. Karena itu Saad banyak dimintai mendoakan orang.

Suatu hari seorang sahabat bertanya, mengapa dirinya tidak berdoa dan meminta disebuhkan dari kebutaan. Jawab Saad,"Aku malu. Biarlah kekuranganku ini menjadi penyebab dekatnya diriku dengan Allah SWT."

Sa'ad dipanggil oleh Allah pada tahun 54 H di pangkuan anaknya. Dan dikafankan dengan kain yang pernah dipakainya saat Perang Badar. []