Saung Kreasi This Ability Diapresiasi Kemensos

Saung Kreasi This Ability Diapresiasi Kemensos
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Harry Hikmat mengapresiasi keberadaan Saung Kreasi This Ability yang digagas Yayasan Kumala.

Saung This Ability merupakan wadah pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM) penyandang disabilitas yang dikelola Kelompok Hasna Mandiri yang berada di bawah naungan Yayasan Kumala bersinergi dengan Pertamina Hulu Energy Offshore Nort West Java (PHE ONWJ).

"Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang baik antara Yayasan Kumala, Pertamina Hulu Energy Offshore Nort West Java dan pemerintah daerah setempat," kata Harry usai meresmikan Saung Kreasi This Ability di Kampung Nyalindung RT 6 RW 11 Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, Selasa (15/12/2020).

Menurutnya, Saung Kreasi This Ability ini merupakan satu contoh yang baik dalam upaya pemberdayaan kaum disabilitas mengasah kemampuan dan meningkatkan kreativitasnya. Dengan kegiatan ptoduktif itu para penyandang disabilitas dapat memberikan kontribusi kemanfaatan kepada masyarakat luas.

"Jadi yang dilakukan di Saung Kreasi ini adalah mendaur ulang limbah kertas bekas, pelepah daun pisang menjadi sesuatu yang baru. Tadi kami sudah melihat produk-produknya ternyata sangat bagus bahkan tak kalah dengan kreasi nondisabilitas," paparnya.

Dia menambahkan, meski lokasi kegiatan ini di Cileunyi namun Kelompok Hasna Mandiri ini mampu mengembangkan jaringan dengan membentuk komunitas serupa di Kuningan dan Cirebon.

"Kebetulan ada trainer yang telah mendapat pelatihan untuk mendaur ulang limbah bekas dan kemudian menularkan kemampuannya kepada anggota komunitas disabilitas lainnya. Tadi juga mereka membawa hasil kreasi dari hasil daur ulang seperti kerajinan tangan, goody bag yang sangat bagus," pungkasnya.

Dia menambahkan, sebagai leading sector penanganan penyandang disabilitas Kemensos menggulirkan kebijakan pemberdayaan disabilitas yang menitikberatkan pada partisipasi aktif keluarga dan masyarakat.

"Kalau dulu rehabilitasi secara residensial yang merupakan tradisi klasik Kemensos yang berbasis balai. Penerima manfaat dibawa ke balai tinggal di balai. Saat ini Kemensos juga mengembangkan pendekatan keluarga dan komunitas. Dan inilah yang dilakukan oleh Yayasan Kumala," tandasnya.

Sementara itu, Pendiri Yayasan Kumala Dindin Komarudin mengungkapkan cikal bakal berdirinya Saung Kreasi This Ability ini berawal saat pihaknya bersinergi dengan Balai Besar Cibinong Bogor pada 2018 lalu.

Kelompok Hasna Mandiri ini, kata Dindin, memang memberikan pendampingan pada disabilitas berupa pelatihan daur ulang kertas dan kerajinan tangan.

"Yayasan Kumala saat itu membutuhkan mitra produksi, karena kemampuan dan potensi teman-teman penyandang disabilitas ini sangat besar dalam membuat kreasi. Kami pun semangat mendampingi. Alhamdulillah kami juga mendapat dukungan dari Pertamina Hulu Energy ONWJ," ungkapnya. (Okky Adiana)