Hingga Maret 2021, Garut Siaga Bencana

Hingga Maret 2021, Garut Siaga Bencana
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Bupati Garut Rudy Gunawan menegaskan, kini wilayahnya berstatus siaga bencana. Berbeda dengan status darurat Covid-19 yang tak disertai masa berlakunya, status siaga bencana tersebut berlaku hingga Maret 2021 mendatang. 

"Di masa pandemi ini, kita juga menetapkan status siaga bencana sampai Maret 2021 di seluruh Kabupaten Garut," tegas Rudy yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut, Selasa (15/12/2020).

Dia menuturkan, untuk mengatasi penyebaran Covid-19 di tingkat warga pihaknya telah membentuk Satgas Covid-19 Tingkat Warga. Satgas itu terdiri dari para ketua RT dan RW di seluruh wilayah Kabupaten Garut. 

Keberaadaan mereka diharapkan dapat memperlancar koordinasi antarcamat, kepala desa, dan gugus tugas tingkat warga. 

"Saya menginstruksikan kepada para camat supaya koordinasi dilakukan para camat, kepala desa, sampai gugus tugas tingkat warga ini dapat berjalan efektif dan efisien," katanya.

Sebelumnya, Rudy menyebut ada sekitar 17.000 Satgas RW dikerahkan sebagai relawan untuk penanganan Covid-19 di seluruh wilayah Kabupaten Garut. 

"Relawan ini akan memberikan petunjuk dan solusi kepada warga di sekitarnya bila mana terdapat seseorang di sekitarnya yang memiliki gelaja Covid-19 seperti batuk, demam tinggi, sesak nafas. Maka untuk seseorang yang memiliki gejala seperti ini maka segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat," katanya. 

Rudy juga menyinggung soal tiga klaster rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Garut. Klaster Satu yaitu RSU dr Slamet Garut yang peralatannya lengkap. Klaster Dua yaitu rumah sakit yang ditunjuk menangani pasien yang memunyai gejala. Klaster Tiga merupakan rumah sakit darurat, yakni klinik Medina, Rusun, dan gedung Islamic Center untuk penanganan isolasi pasien tak bergejala.

Kasus penularan Covid-19 sendiri berdasarkan data Sub Divisi Pencegahan GTPP Covid-19 Kabupaten Garut hingga per 15 Desember 2020 mencapai sebanyak 2.833 kasus positif. Sebanyak 74 orang di antaranya meninggal dunia, sebanyak 1.234 orang diisolasi perawatan, sebanyak dua orang isolasi mandiri, dan sebanyak 1.523 orang dinyatakan sembuh.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut Muksin menambahkan Kabupaten Garut berstatus siaga bencana berkaitan kejadian Covid-19 dan bencana alam, khususnya di wilayah selatan Garut. (Zainulmukhtar)