Pemenang Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia

Pemenang Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia
istimewa

INILAH, Jakarta - PT Kalbe Farma Tbk. bersama dengan Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyelenggarakan Anugerah Karya Cipta Dokter Indonesia (AKCDI) 2020.

Program penghargaan kepada dokter di Indonesia yang telah melakukan penelitian di bidang kesehatan.

Program AKCDI yang digagas oleh Lembaga Riset IDI dan didukung oleh Kalbe bertujuan untuk membudayakan para dokter untuk terus meneliti dan mengembangkan ilmu pengetahuannya sebagai bagian dari peningkatan kualitas dokter yang berkesinambungan khususnya di era pandemi COVID-19.

AKCDI 2020 yang diselenggarakan bersamaan dengan perayaan Hari Bakti Dokter Indonesia 2020 di Jakarta bertema Budaya Meneliti untuk Meningkatkan Kualitas Profesi Dokter yang Berkesinambungan di Era COVID-19.

"AKCDI tahun ini merupakan yang kedua kali diselenggarakan oleh Lembaga Riset IDI bekerja sama Kalbe yang bertujuan untuk membangun iklim penelitian di antara para dokter di Indonesia. Penghargaan AKDCI ini kami berikan kepada hasil penelitian terbaik sesuai dengan bidang yang telah ditentukan. Kami berharap penghargaan ini dapat memberikan dampak positif dalam bidang kesehatan dan teknologi Kesehatan," ujar dr. Daeng M Faqih, SH, MH, Ketua Umum Pengurus Besar IDI periode 2018-2021, Jakarta, Senin, (14/12/2020).

"Kalbe terus berkomitmen untuk mendukung dan berkontribusi terhadap dunia penelitian di Indonesia, khususnya penelitian di bidang Kesehatan," ujar Mulia Lie, Direktur Pharma PT Kalbe Farma Tbk.

"Melalui kerjasama dengan IDI dalam penyelenggaraan AKCDI, Kalbe ingin memberi apresiasi kepada para dokter yang telah mendedikasikan dirinya bagi kemajuan penelitian di Indonesia," tambah Mulia.

Penelitian yang dinilai adalah hasil penelitian kedokteran yang telah diselesaikan dalam 2 tahun terakhir yang memberikan dampak positif di bidang kesehatan atau teknologi kesehatan dalam beberapa kategori yakni kategori penelitian dasar, penelitian klinis, dan epidemiologi kedokteran.

Kriteria penilaian meliputi kreatifitas dan orisinalitas, review literatur, metodologi riset dan hasil penelitian itu sendiri. Adapun 10 finalis AKCDI 2020 yang telah terpilih yang diurutkan berdasarkan abjad:

1. Andri Maruli Tua Lubis, dengan judul penelitian: Efektivitas Injeksi Intra-Artikular Sekrotom Sel Punca Mesenkimal Tali Pusat Terhadap Perbaikan Defek Kartilago: Penelitian Pada Domba

2. Arif Rahman Nurdianto, dengan judul penelitian: Effect of hyperbaric oxygen therapy on ICAM-1expression in artery spiralis of pregnant Rattus norvegicus infected by Tachyzoite from Toxoplasma gondii

3. Endy Julianto, dengan judul penelitian: The Effectiveness of Albendazole-Levamisole and Mebendazole-Levamisole on the Intensity of Trichuris trichiura Infection in Elementary School Children

4. Firman Zulkifli Amin, dengan judul penelitian: Deterioration of alveolar development in mice with both HIF-3a knockout and HIF- 2a knockdown

5. Muh. Irwan Gunawan, dengan judul penelitian: Ekspresi Respon Hipoksia sebagai Biomarker Ketahanan pada Kanker Payudara Lanjut Belum-Diterapi

6. Prihantono, dengan judul penelitian: Profile of Anterion Gradient Protein-3 (AGR3) Serum Level and AGR3 mRNA Expression On Benign and Malignant Breast Tumors Patients

7. Rizaldy Taslim Pinzon, dengan judul penelitian: Effects of Eperisone hydrochloride and Non-Steroid Anti-inflammatory Drugs (NSAIDs) for Acute Non-Specific Back Pain with Muscle Spasm: A Prospective, open-label study

8. Tjam Diana Samara, dengan judul penelitian: SEMA3B but Not CUL1 as a Marker for Pre-eclampsia Progression

9. Trifena, dengan judul penelitian: Metformin Gel Memperbaiki Penyembuhan Luka Melalui Penurunan Kadar MDA, Peningkatan Jumlah Fibroblas, Ekspresi VEGF dan mRNA TGF Beta-1 Pada Kulit TIkus Wistar Jantan yang Mengalami Penuaan Dini

10. Vincent Ongko Wijaya, dengan judul penelitian: The Therapeutic Opportunity of Curcuma Longa and Boswellia Serrata for Treatment of Osteoarthritis: A Randomized Controlled Trial Study.

Dewan juri AKCDI 2020 dikoordinasikan oleh Dr. Aditiawarman, MPH (sekaligus sebagai Ketua HBDI 2020), Dr. Ahmad Hidayat, Dr. Virmandiani Sadat, SpKFR dengan didukung juri kategori Penelitian Dasar yaitu DR. Dr. Wawang Setiawan Sukarya, Sp.OG(K), MARS, MH.Kes, Dr. Marhaen Hardjo, M. Biomed, PhD dan DR. Dr. Rahyussalim,SpOT(K). Kemudian ada juri kategori Penelitian Epidemiologis & Klinik yaitu Dr. MuhammadAkbar, SpS, PhD, DR. dr. Anwar Santoso, Sp.JP(K), Dr. Titi Savitri Prihatiningsih, M.Med.Ed.,PhD, dan Dr. Renan Sukmawan, ST,SpJP,Ph.D.

Seluruh naskah yang dikirim oleh peserta akan melalui penjurian yang meliputi pejurian kelengkapan dokumen administrasi, materi naskah serta presentasi untuk mendapatkan 10 peserta terbaik.

Di tahap akhir dilakukan presentasi 10 finalis yang dilakukan oleh peneliti secara individu di hadapan dewan juri. Seperti kita ketahui, Lembaga Riset IDI dibentuk bersamaan dengan pelantikan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia 2018-2021.

Lembaga memiliki tujuan antara lain meningkatkan kompetensi pelayanan kedokteran, mengejar ketertinggalan penguasaan teknologi kedokteran, mengembangkan inovasi pelayanan kedokteran, meningkatkan daya saing dan mengangkat marwah dokter Indonesia serta mengupayakan penggunaan hasil riset sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam sektor kesehatan.

Lembaga penelitian IDI ini juga memiliki visi menjadi lembaga riset terkemuka pada era industri 4.0, dengan misi Convergent Thinking, Big Data, Precision Medicine.

Selain dukungan kepada Lembaga Riset IDI, Kalbe juga bekerjasama dengan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Ristek/BRIN) dan Perguruan Tinggi dalam hal pemberian dana penelitian di Indonesia melalui program RistekBRIN-Kalbe Science Award.

Bantuan dana penelitian ini ditujukan kepada penelitian yang memiliki kesiapan untuk dapat dikomersialisasikan sehingga hasil penelitian tersebut dapat dinikmati oleh masyarakat.(inilah.com)