Pelanggar Protokol Kesehatan: Dari Lupa hingga Abai

Pelanggar Protokol Kesehatan: Dari Lupa hingga Abai
humas pemprov jabar

Dalam Operasi Gabungan Pengawasan dan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan COVID-19 di Jl. Jendral Sudirman, Kabupaten Indramayu, Selasa (15/12/2020), terjaring 156 pelanggar protokol kesehatan. 

Mayoritas diberikan sanksi ringan berupa teguran lisan maupun tulisan. Namun, ada juga sanksi sosial berupa push up atau menyebutkan Pancasila. Hukuman terakhir, dilakukan oleh Herliani (40), warga Lemahmekar. 

Ia mengaku mengabaikan protokol kesehatan karena merasa keperluan yang dilakukannya tidak membutuhkan penggunaan masker. 

"Saya mau beli telur, dekat (dari rumah), jadi tidak pakai (masker). Saya sebetulnya tahu edukasi memakai masker dan biasanya selalu pakai masker," ujar Herliani. 

"Bagi saya efek jera ada, saya kaget dan gemetar," tambahnya. 

Lain Herliani, lain juga Mutakin (42). Pria asal Cirebon pemilik salah satu dealer motor di Jl. Jendral Sudirman ini setiap pagi selalu mengirimkan broadcast pesan edukasi protokol kesehatan kepada karyawannya. 

Di tempat usahanya, Mutakin juga sudah menyiapkan hand sanitizer dan tempat cuci tangan. Namun, ia lupa untuk melengkapi kursi dan alur keluar masuk dengan penanda jaga jarak. 

"Saya taat protokol kesehatan, bahkan kalau ada pengunjung yang tidak memakai masker juga saya ingatkan," kata Mutakin. 

"Tapi memang kemarin tanda silang (penanda jaga jarak) sudah mengelupas dan belum diganti yang baru, saya lupa. Setelah ini saya janji akan langsung mengganti dengan yang baru," ucapnya. 

Adapun pada metode patroli pengawasan pengelola usaha, teguran tertulis yang diberikan menjadi pedoman tertulis Satpol PP untuk melakukan pengecekan berikutnya. 

Jika teguran tersebut ternyata tidak diindahkan, maka pelaku usaha akan mendapatkan sanksi yang lebih berat, hingga pencabutan izin usaha atau rekomendasi pencabutan izin usaha.