Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Bandung Terus Bertambah 

Jumlah Kasus Covid-19 di Kota Bandung Terus Bertambah 
istimewa

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyampaikan penjelasan mengenai penyebab level kewaspadaan masih berstatus zona merah pasca 10 hari lebih ditetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tingkat kematian tinggi, salah satu penyebabnya. 

 

"Labeling itu yang harus diperhatikan. Mau 1,60, 1,70, 1,80 tetap zona merah. Kalau saya, skor tidak diperhatikan. Tapi yang harus kita konsentrasi itu, bahwa Bandung sekarang relatif agak lama zona merah. Karena itu tadi, tambahan kasus terus bergerak," kata Ketua Harian Gugus Tugas, Ema Sumarna, Rabu (16/12/2020). 

 

Menurutnya, jumlah kasus kumulatif hingga Senin kemarin mencapai 4.461 dengan kasus aktif sebanyak 926 pada (Selasa (15/12/2020) sore mencapai 4.743 kasus, dan kasus aktif sebanyak 792). Dia menilai, jumlah kasus tersebut sangat memprihatinkan.

 

"Saya dengar rumah sakit juga sudah full, sehingga kenapa Bandung terus di zona merah, karena ada beberapa hal tidak signifikan dengan perubahan labeling, seperti angka kematian terus bertambah, kasus bertambah," ucapnya.

 

Ema menuturkan, kondisi rumah sakit di Kota Bandung saat ini berada di angka 90 persen lebih melebihi batas maksimun di angka 60 persen. Positivity rate pun di angka 20 sampai 30 serta hunian isolasi mandiri terisi penuh. 

 

Pemerintah kota, disebutnya telah mengeluarkan surat edaran tentang larangan perayaan akhir tahun. Menurutnya jika masih terdapat masyarakat yang membandel tetap merayakan, dan membuat kerumunan akan diberikan sanksi bahkan sanksi pidana. 

 

"Pada intinya masyarakat ikuti aja, kita semua umat beragama bersyukur masih diberikan kesempatan hidup, keselamatan, dan minta doa ke Allah SWT. Kita juga berharap upaya provinsi dengan pihak swasta untuk menyediakan tempat tidur segera terealisasi," ujar dia. (Yogo Triastopo)