RSJ Provinsi Jawa Barat memilki terapi gangguan cemas

RSJ Provinsi Jawa Barat memilki terapi gangguan cemas
istimewa

 INILAH, Bandungm- Cemas dapat menjadi abnormal ketika seseorang menerima ancaman/situasi tidak nyaman direspon secara berlebihan, tidak sesuai, sulit dikontrol, dirasakan terus menerus, intensitasnya meningkat bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini disebut sebagai gangguan cemas. Kini RSJ Provinsi Jawa Barat memilki terapi gangguan cemas. (14/12)

 

di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi gangguan cemas pada usia 15 tahun keatas sebesar 6% atau sekitar 14 juta penduduk.  Pada tahun 2020, dengan adanya pandemi covid-19, mengalami peningkatan. Berdasarkan survei kesehatan mental yang dilakukan PDSKJI pada bulan April 2020 terhadap 1.552 responden, 63% masyarakat Indonesia mengalami kecemasan akibat pandemi, diantaranya kecemasan akan risiko penularan, masalah kesulitan pekerjaan/pendapatan/ekonomi dll.

 

Elly menyampaikan bahwa Gangguan cemas memiliki berbagai macam tipe. Dalam praktek sehari-hari yang sering dihadapi sehari-hari adalah gangguan cemas panik (lebih sering disebut gangguan panik) dan gangguan cemas menyeluruh. Tipe gangguan cemas lain seperti Fobia Sosial, Fobia Spesifik, Gangguan Cemas Pasca Trauma dan Gangguan Obsesif Kompulsif juga sering ditemukan walaupun dalam persentase yang lebih sedikit.

 

Penyebab gangguan cemas Biologi : genetik, gangguan neurotransmiter di otak, Psikologi tipe kepribadian, trauma psikologi dan Sosial lingkungan : kehidupan yang stressful. Adapun

Gejala Psikis seperti Sulit konsentrasi, mudah tersinggung/marah, gelisah, perasaan tegang/gugup, Gejala Somatis/Fisik seperti berkeringat, jantung berdebar, nyeri dada, ketegangan otot, gemetar, kepala terasa ringan, pusing, nafas cepat/sulit bernafas, diare, mual, gatal, sulit tidur. Jelas Elly

 

Adapun terapi gangguan cemas yang dilakukan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat adalah Terapi farmakologi Diberikan obat-obatan anti cemas sesuai dengan gejala dan penyebab yang melatarbelakangi munculnya gangguan dan Terapi Non Farmakologi Psikoterapi CBT (Cognitif Behaviour Therapy) berfokus pada hubungan antara masalah, pola pikir dan perilaku. Penderita diminta untuk menceritakan keluhannya secara terbuka dan akan dipandu untuk mencari penyebab masalah yang akan diselesaikan dan tujuan pengobatan yang akan dicapai.

 

Elly juga menyampaiakan bawa jiika gangguan cemas dibiarkan, kegiatan Anda sehari-hari bisa terganggu. Misalnya, Anda jadi malas bersekolah, bekerja, bersosialisasi, dan lain sebagainya. Namun, perlu diingat untuk tidak melakukan self-diagnosed. Maka segera konsultasikan pada dokter atau terapis jika Anda merasa kesulitan untuk mengatur kekhawatiran Anda. Dokter atau terapis akan membantu Anda mencari pengobatan dan perawatan yang tepat agar gangguan kecemasan sembuh. Tutup Elly.