Hukum Mandi Wajib bagi Wanita yang Bermimpi Basah

Hukum Mandi Wajib bagi Wanita yang Bermimpi Basah
Ilustrasi/Net

Pengalaman 'mimpi' bukanlah hal yang asing lagi bila itu terjadi pada laki-laki, sebab itu jugalah yang menjadi tanda bahwa mereka menginjak usia baligh. Lantas, bagaimana dengan perempuan yang mengalami 'mimpi' serupa? Apakah perempuan juga wajib mandi setelah 'bermimpi'?

Ummu Salamah berkata bahwa Ummu Sulaim datang kepada Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallaam dan berkata, "Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah tiada segan terhadap kebenaran. Apakah seorang wanita wajib mandi apabila bermimpi? Rasulullah menjawab, 'Jika dia melihat air (mani).' Ummu Salamah pun menutup wajahnya karena malu dan berkata, 'Ya Rasulullah, apakah wanita juga bermimpi?' Beliau menjawab, 'Ya bermimpi, (jika tidak demikian) lalu bagaimana anaknya menyerupainya?'" (HR Bukhari dan Muslim)

Perhatikanlah adab Ummu Sulaim dan betapa hausnya ia akan ilmu agama. Dia memulai pembicaraan dengan, "Sesungguhnya Allah tiada segan terhadap kebenaran." Hal ini sebagaimana firman Allah Ta'ala:

"Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu." (QS Al-Baqarah ayat 26)

Selanjutnya beliau melanjutkan dengan pertanyaan yang kelihatan aneh dan tentu menyimpan rasa malu yang besar bagi seorang perempuan. Namun, suatu kesalahan yang besar apabila kita para muslimah meninggalkan rasa keingintahuan akan hukum-hukum agama, hanya karena rasa malu semata. Benarlah ucapan ibunda kita 'Aisyah, "Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Mereka tidak pernah segan untuk mendalami agama." (HR Al-Bukhari)

Jawaban dari Rasulullah menggambarkan bahwa wanita benar-benar bisa bermimpi sebagaimana hal itu lumrah terjadi pada laki-laki. Dan yang menunjukkannya adalah apabila dia melihat air mani pada pakaian, itulah syarat untuk mandi. Akan tetapi, apabila dia bermimpi dan tidak melihat air mani, dia tidak wajib mandi.

Demikianlah nasihat dari Rasulullah, semoga kita dapat mengambil manfaat darinya. Jadi, jangan malu untuk bertanya ya, sebab 'Ilmu tidak akan dipelajari oleh orang yang pemalu dan juga orang yang sombong,' ujar Mujahid. (DOS)