SLBN A Pajajaran Bandung Layani Belajar Luring dan Daring

SLBN A Pajajaran Bandung Layani Belajar Luring dan Daring
Ilustrasi (okky adiana)

INILAH, Bandung - Kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah berlangsung selama nyaris delapan bulan lebih. Sejumlah kendala dan hambatan masih terjadi dalam prosesnya.

Guru-guru dan para siswa di Indonesia terpaksa mengalami perubahan drastis dalam proses belajar-mengajar. Namun, keberlangsungan pendidikan harus tetap dijalankan meski pandemi Covid-19 belum mereda. Bahkan Mendikbud telah mengumumkan pada Januari 2021 mendatang, sekolah tatap muka akan diberlakukan.

Melihat kondisi ini, Kepala Humas SLBN A Pajajaran Bandung, Tri Bagio mengatakan, untuk level sekolah pihaknya sedang mengirimkan formulir angket untuk para orang tua siswa, nantinya pihak sekolah akan mengompilasikan jumlah antara yang setuju dan tidak setuju, baru pihak sekolah akan memutuskan.

"Mungkin bisa dikombinasikan ada yang luring (luar jaringan) dan daring (keadaan terhubung atau online). Dengan seperti itu, tapi kami akan menunggu dari orang tua. Karena kan untuk tatap muka itu harus melalui beberapa tahap, dari dinas mengeluarkan kebijakan melalui surat edaran, lalu menyerahkan ke sekolah, lalu melihat zonanya bagaimana, apakah diizinkan oleh protokol kesehatan, setelah itu orang tua mengizinkan tidak sekolah luringnya," papar Tri, Rabu (16/12/2020).

Pihak sekolah, lanjut Tri, akan meramu untuk memodifikasi yang penting bahwa peserta didik semuanya harus terlayani pelajarannya, baik luring maupun daring.

Menurut Tri, pihak sekolah sudah menyiapkan berbagai alat kesehatan, seperti tempat mencuci tangan, hand sanitizer, ruangan yang berjarak, masker setiap guru dan siswa akan diberi dari pihak sekolah dan hal-hal lain yang menyangkut protokol kesehatan.

Selain itu lanjut Tri, ketika orang tua mengizinkan pembelajaran luring, pihak sekolah juga harus memastikan bahwa dia berangkat ke sekolahnya dengan siapa, diantar atau tidak, lalu makannya bagaimana, setelah itu pembelajaran di sekolah berani menjamin ketika selesai belajar langsung pulang.

"Jadi tidak boleh main ke mana-mana, langsung dijemput sama orang tuanya masing-masing," kata Tri.

Dia berharap kepada orang tua tetap harus menjaga putra-putrinya dan memantau sejauh mana aktivitasnya dalam pembelajaran. Selain itu, peserta didik harus memiliki harapan dan motivasi semangat, baik keputusannya luring atau daring.

"Diharapkan kita ikuti bersama dengan optimis. Siswa harus jaga jarak, jaga kesehatan dan selalu menggunakan masker. Kami berkomitmen bahwa pelayanan pendidikan harus dilakukan," tutur Tri. (okky adiana)