IPB University: Meski Sudah Divaksin, Protokol Kesehatan 3M Harus Tetap Dijalankan

IPB University: Meski Sudah Divaksin, Protokol Kesehatan 3M Harus Tetap Dijalankan
istimewa

INILAH, Bandung - Derap Perempuan Kreatif Indonesia Peduli Bangsa (DPKIPB) menggelar webinar membahas topik kegunaan, efektivitas, keamanan, dan ketersediaan vaksin Covid-19. 

“Banyak masyarakat yang ingin tahu terkait aman dan tidaknya vaksin produksi luar negeri. Di sisi lain kita juga mendengar bahwa Indonesia telah mampu membuat vaksin sendiri. Masyarakat ingin mendapat pencerahan terkait ketersediaan serta akses pada vaksin tersebut,” ujar Ketua DPKIPB Aida Vitayala Hubeis dalam rilis yang diterima, Rabu (16/12/2020).

Sementara itu, peneliti di Pusat Studi Satwa Primata IPB University Diah Iskandriati menuturkan per 6 Desember lalu di World Health Organization (WHO) sudah terdapat 52 kandidat vaksin Covid-19 dalam tahap uji klinis. Sebanyak 13 diantaranya sudah sampai tahap tiga. 

Terkait kriteria vaksin yang efektif, dia menegaskan vaksin yang efektif harus aman, protektif untuk periode yang lama, memiliki kemampuan menginduksi antibodi yang dapat menetralisir virus, secara biologis stabil, mudah dalam aplikasi, dan murah dalam proses produksi.

Seperti halnya vaksin lain, kata dia, vaksin Covid-19 juga memiliki efek samping seperti demam ringan serta rasa nyeri atau kemerahan pada luka bekas jarum suntik. 

Diah juga mengatakan, upaya vaksinasi akan berdampak terhadap pandemi bergantung pada efektivitas dari vaksin dan proses vaksinasi, seberapa cepat vaksin diproduksi dan diperbanyak, serta berapa banyak orang yang divaksinasi.

“Setelah divaksin, bukan berarti protokol kesehatan dapat diabaikan. Hal itu juga menjadi faktor keberhasilan vaksinasi terhadap pandemi. Sehingga meskipun telah divaksin, kita tetap harus menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak aman,” pungkasnya. (Doni Ramdhani)