Raffi Ahmad-BPIP Garap Animasi Lorong Waktu Si Aa

Raffi Ahmad-BPIP Garap Animasi Lorong Waktu Si Aa
istimewa

INILAH, Jakarta-Badan Pembinaan Ideologi Pembinaan (BPIP) bekerjasama dengan RANS Entertainment dan Sinergy for Indonesia membuat animasi berjudul "Lorong Waktu Si AA". Raffi Ahmad dan Nagita SAlavina yang berada di RANS Entertainment terlibat langsung dalam penggarapannya.

Selasa (15/12), peluncuran animasi tersebut dilakukan di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan. Lorong Waktu Si AA direncanakan tayang di kanal YouTube RANS Entertainment, pada Sabtu, 19 Desember 2020.

Pembuatan Animasi ini merupakan upaya dari BPIP untuk melaksanakan pembumian Pancasila dengan cara-cara yang menarik serta kekinian. Ini searah dengan yang disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo yang disampaikan dalam President Lecture pada 3 Desember 2019 lalu. Presiden menginstruksikan narasi besar soal Pancasila harus membanjiri media sosial, jangan sampai narasi Pancasila kalah dengan narasi-narasi ideologi lain.

Kepala BPIP, Prof. KH Yudian Wahyudi mengatakan, animasi "Lorong Waktu Si AA" ini merupakan sebuah terobosan besar dalam menanamkan nilai luhur Pancasila kepada anak-anak sejak usia dini.

"Sesuai dengan arahan bapak Presiden Jokowi, penanaman nilai luhur Pancasila sejak dini merupakan hal yang sangat penting. Melalui Animasi Si AA yang tayang di RANS Entertainment merupakan konten yang digemari anak-anak usia dini. Kita inbgin anak-anak mengenal dan memahami dengan baik Pancasila sejak usia dini," harap Yudian Wahyudi.

"Anak-anak sekarang banyak mengakses digitalisasi. Oleh karena itu, lewat animasi kreatif dan edukatif ini kita harapkan anak-anak semakin dekat dan semakin memahami Pancasila serta semakin cinta dengan NKRI," sambungnya.

Digandenganya RANS Entertainment bukan tanpa alasan. Diketahui dari subscriber RANS Entertainemt yang berjumlah 18, 7 juta, dan jumlah penonton per-konten animasi Si AA yang berkisar 5 sampai 6 juta penonton.

Dalam tiap seriesnya, animasi Si AA menyampaikan sejumlah pesan moral dan nilai yang baik untuk diikuti oleh anak usia dini. Nah, untuk edisi kali ini, animasi si AA dibuat lebih fokus berbicara mengenai Pancasila sebagai dasar negara dan jati diri bangsa Indonesia, serta sejarah singkat perjalanan Bangsa Indonesia.

Diharapkan dengan menyaksikan animasi "Lorong Waktu Si AA" generasi penerus Bangsa Indonesia bisa mengetahui dan memahami nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan jati diri Bangsa, serta perjalanan singkat Bangsa Indonesia.

Dengan mengetahu hal itu, generasi muda diharapkan bisa lebih mencintai budaya dan ideologi yang dimiliki Bangsa Indonesia, dan tidak perlu ikut-ikutan budaya serta ideologi asing. Juga melihat dari jumlah subscriber serta penonton, penggunaan animasi si Aa merupakan upaya BPIP yang tepat dalam menguatkan narasi Pancasila secara massif di media sosial dan udara.

Senada dengan yang disampaikan Kepala BPIP, Fonder Sinergy for Indonesia Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan animasi "Lorong Waktu si AA" yang berisi edukasi Pancasila bagi untuk generasi muda, agar mereka lebih memahami nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Namun dengan sajian yang tidak terlalu menggurui, melainkan lebih bersifat entertain tetapi tetap mengedukasi. Selain itu, animasi ini juga sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme kepada generasi muda, dan seluruh masyarakata Indonesia secara umum.

Doli juga berharap, ke depan animasi ini bisa menjadi produk untuk lebih memperkenalkan Indonesia ke pada negara-negara tetangga dan dunia. Sebagai conoth produk-produk animasi dan program hiburan lain yang dirpoduksi Holywood, Bollywood, juga Drama Korea. Animasi Si AA yang menarik dan menghibur, menjadi salah satu alasan untuk kita bekerjasama dalam pembuatan serial animasi Lorong Waktu Si Aa.

Sementara itu RANS Entertainment meyakini dengan kekuatan media dan citra baik yang mereka miliki, animasi Lorong Waktu Si Aa merupakan pilihan tepat untuk menyebarkan narasi-narasi bermuatan nilai-nilai Pancasila dan rasa Nasionalisme kepada generasi muda, dan masyarakat Indonesia secara umum. (inilah.com)