Persis Jabar: Mimpi Babe Haikal Harus Bisa Dipertanggungjawabkan

Persis Jabar: Mimpi Babe Haikal Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
net

INILAH, Bandung - Ketua Persatuan Islam (Persis) Jawa Barat Iman Setiawan Latief menilai klaim Haikal Hassan yang mengaku bertemu Rasulullah SAW, harus dipertanggungjawabkan. Pasalnya, pengakuan ustadz yang kerap disapa Babe Haikal itu sulit dibuktikan kebenarannya.

"Kita tentunya tidak tahu nilai kebenarannya. Bisa saja orang berdusta terkait mimpinya, klaim Babe Haikal tentunya harus dipertanggung jawabkan kebenarannya," ucap Iman saat dikonfirmasi, Kamis (17/12/2020).

Lebih lanjut, Iman mengungkapkan tidak sedikit orang yang mengklaim bertemu Rasulullah SAW hanya untuk meningkatkan derajatnya di mamasyarakat. Meski begitu, Dia tidak dapat memastikan secara pasti kebenaran mimpi Babe Haikal.

"Untuk sebagian orang, cerita mimpi bisa menaikkan derajatnya. Ingin terkenal karena mengaku pernah bertemu Nabi dalam mimpi. Oleh karena itu, terkadang ada beberapa orang yang mengaku ketemu Nabi Muhammad SAW," ujar Iman.

Namun, Iman menambahkan, jika ternyata Babe Haikal hanya melakukan klaim semata. Dia mengingatkan, hal tersebut merupakan tindakan yang berdosa.

"Rasulullah SAW memberikan ancaman keras bagi orang yang mengaku bermimpi sesuatu secara dusta, padahal dia tidak pernah mengalaminya," pungkasnya.

Untuk diketahui sebelumnya, pernyataan Haikal Hassan itu diunggah dalam akun YouTube Front TV. Video itu diambil ketika pemakaman 5 pengikut Habib Rizieq di Megamendung. Video yang diunggah pada 9 Desember itu diberi judul 'SAMBUTAN & DOA IB-HRS, UBN, BABE HAIKAL DI PEMAKAMAN SYUHADA'.

Di video yang berdurasi 19.04 menit itu, awalnya Habib Rizieq Shihab yang menyampaikan sambutan. Lalu disambung Ustaz Bachtiar Nasir, baru kemudian giliran Haikal Hassan.

Dalam kesempatan tersebut, Haikal Hassan awalnya bercerita ketika anaknya meninggal dunia. Ketika itulah dia bercerita 'mimpi' Rasulullah menemui dua anaknya.

Video Haikal Hassan bercerita soal mimpi itu kemudian banyak diunggah ulang oleh akun YouTube lain. Lalu muncul juga narasi Haikal Hassan mendapat bisikan Rasulullah.

Kemudian, Haikal Hassan, dipolisikan ke Polda Metro Jaya. Haikal Hassan dilaporkan terkait ucapannya yang bercerita mimpi bertemu Rasulullah SAW.

Laporan Husein Shihab terdaftar dalam laporan bernomor LP/7433/XII/YAN.25/2020/SPKT PM tanggal 14 Desember. Haikal Hassan dilaporkan atas tuduhan tindak pidana ujaran kebencian melalui ITE dan Penistaan Agama serta menyebarkan berita bohong yg dapat menimbulkan kegaduhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 2 UU ITE dan Pasal 156 huruf a KUHP dan/atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (Ridwan Abdul Malik)