SMA Darul Hikam Gelar Pembelajaran Guru Tamu

SMA Darul Hikam Gelar Pembelajaran Guru Tamu
istimewa

INILAH, Bandung - SMA Darul Hikam menggelar program guest teacher atau guru tamu. Meski di tengah pandemi, ada sekitar 200 siswa dan 35 guru dalam kegiatan virtual ini.

Ada tiga guru tamu yang mengikuti kegiatan ini, masing-masing pemateri itu ditempatkan di levelnya, pertama Dosen Universitas Padjajaran (Unpad), Maimon Herawati dengan tema menemukan cerita positif dimasa pandemi. Kedua, Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Arie Riadi dengan tema kesehatan mental dimasa pandemi. Selanjutnya adalah alumni SMA Darul Hikam, Raihan Nur Fadhlillah dan mengambil tema pendidikan, karir, cita-cita, dan passion.

Maimon mengatakan situasi pandemi ini, merupakan situasi yang sulit bagi kebanyakan orang, termasuk siswa. Keadaan ini memungkinkan untuk berada pada kondisi bosan, takut, atau bahkan depresi. Cara untuk mengatasi kondisi tersebut adalah dengan pertama-tama menerima keadaan bahwa kita bosan, takut, stress, depresi.

"Setelah kita menyadarinya, lanjutkan dengan mendiskusikan kondisi kita dengan orangtua. Guru, atau orang terdekat. Cara lain yang bisa dilakukan adalah berdzikir, menyampaiakan yang kita rasakan pada Allah. Kegiatan ini dilakukan untuk kelas X," ujar Maimon, Kamis (17/12/2020).

Selain memunculkan berbagai masalah kata Maimon, pandemi ini juga memiliki sisi positif, diantaranya kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga. Untuk para remaja, banyak hal yang tetap bisa dilakukan selama masa pandemi diantaranya dengan membangun berbagai jejarang terkait hal positif untuk dapat senantiasa mengembangkan wawasan dan keterampilan.

"Oleh karena itu, pahami kemampuan kita, lalu temukan role model yang baik (missal Al Fatih) untuk kemudian kita kembangkan kemampuan kita," ujarnya.

Selain itu, Arie yang juga kandidat doktor di UPI ini menyampaikan materi kesehatan mental dan masa remaja untuk siswa kelas XI. Dia menekankan bahwa remaja hari ini perlu memilah informasi yang akan dimasukkan ke dalam akal dan hatinya agar tak tercemar oleh informasi yang negatif dan destruktif.

"Kepada para siswa untuk tahu mengenai siapa dirinya dan mau ke mana dirinya di masa yang akan datang dengan tetap berfokus pada mengoptimalkan kesadaran yang dimilikinya di sini dan saat ini," imbuh Arie.

Sementara yang terakhir adalah alumnus SMA Darul Hikam, Raihan Nur Fadhlillah yang menyandang gelar S2. Dia memberikan materi bertema pendidikan, karir, cita-cita, dan passion untuk siswa kelas XII.

Di kelas XII mulai muncul sebuah pertanyaan dan keraguan terhadap masa depan, baik itu untuk keluarga, diri sendiri, intitusi dan industri. Pemilihan jurusan kuliah menjadi titik awal yang sangat krusial atau pondasi untuk memulai kehidupan yang sebenarnya.

"Dengan kita mengetahui Ikigai (skemanya kebahagiaan orang Jepang), kita bisa menemukan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan nantinya. Dengan memaksimalkan apa yang kita sukai, apa yang kita bisa, apa yang dunia butuhkan, dan apa yang bisa membayar kita," tutur Raihan.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan SMA Darul Hikam Septi Yulia Roza menambahkan dengan adanya kegiatan ini, sesuai dengan materi yang disampaikan bahwa anak-anak itu bisa mengambil pembelajaran positifnya. Pasti ada kejenuhan, ada tingkat stress yang lebih tinggi dengan kondisi sekarang, apalagi pembelajaran online belum tentu bisa maksimal.

"Jadi, target saya anak-anak lebih memahami itu, terus kondisi sekarang harus ditangani seperti apa dan deskripsi yang sudah disampaikan masing-masing kelas. Khusus untuk kelas XII, dengan adanya sharing dengan alumni ini bisa mengambil pelajaran, ambil langkah untuk menuju karir anak-anak setelah lulus dari Darul Hikam," pungkas Septi. (Okky Adiana)