Ahli Waris R3 Bertahan pada Akta van Dadding

Ahli Waris R3 Bertahan pada Akta van Dadding
Penyelesaian jalan Regional Ring Road (R3) seksi II di Kelurahan Katulampa belum menemui kejelasan
INILAH, Bogor – Penyelesaian jalan Regional Ring Road (R3) seksi II di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur belum menemukan titik terang meski pihak pemilik lahan sudah mendapatkan rincian hasil appraisal. 
 
Kuasa Hukum pemilik lahan Herly Hermawan mengatakan, pada Jumat (15/2) sore pihaknya baru mendapatkan rincian dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor. Sehingga pada Senin (18/2) pihaknya melakukan kajian internal, barulah setelah itu akan ditanggapi.
 
“Intinya kalau kami, kembali ke akta van dadding. Apa-apa yang diamanatkan ya dijalankan,” ungkap Herly kepada INILAH, Minggu (17/2). 
 
Herly melanjutkan, ada yang tidak sesuai dengan akta van dadding, tapi tidak banyak. Karena itu, pihaknya akan tegas meminta untuk kembali kepada akta van dadding. 
 
“Akta perdamaian itu kan kesepakatan para pihak yang telah menjadi putusan majelis hakim Harus ditaati dan dihormati para pihak, tidak bisa diabaikan begitu saja,” tegasnya
 
Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menegaskan, dirinya terus memonitor perkembangan pembebasan lahan R3. Bima mengaku, bila setiap harianya kerap menanyakan hal tersebut kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
 
“Kadis saya kejar terus tiap hari, harus ada musyawarah yang intens antara pemilik lahan dan Pemkot, jangan sampai pembebasan R3 lambat,” ungkap Bima. 
 
Saat disinggung mengenai solusi untuk mengatasi kemacetan di Bantar Kemang. Bima menyatakan bahwa untuk sementara waktu belum ada opsi terkait permasalahan tersebut. 
 
“Ya, satu-satunya opsi adalah mempercepat penyelesaian pembayaran lahan R3,” terangnya. 
 
Bima menyatakan, untuk menyelesaikan pembayaran, kesepakatan antara kedua  elah pihak harus terjadi. “Kuncinya sepakat dan menerima. Kami juga akan mempercepat penyelesaian pembayaran itu,” ujarnya.