SMPN 2 Bandung Siap Melakukan Belajar Tatap Muka, Asal...

SMPN 2 Bandung Siap Melakukan Belajar Tatap Muka, Asal...
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Pembelajaran tatap muka akan kembali digelar pada Januari 2021. Namun, proses itu nantinya harus memenuhi syarat yang ditentukan, salah satunya adalah berdasarkan zona risiko Covid-19.

Melihat hal itu, Kepala SMPN 2 Kota Bandung Erni Kustiani mengatakan untuk menggelar pembelajaran tatap mula (PTM) selain mengacu kepada surat keputusan bersama (SKB) lima menteri, siap orangtua siswa, guru dan siap siswa, hal itu juga Pemkot Bandung
akan mengijinkan PTM langsung apabila sudah ada laporan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, mengenai kesiapan sekolah yang ada di bawah naungannya.

Selain itu, pihak sekolah sudah melengkapi fasilitas sesuai dengan protokol kesehatan. Terutama ketersediaan thermogun, tempat cuci tangan beserta sabunnya, alat penyemprot desinfektan, dan pendukung lainnya.

“Kami juga sudah memperbaiki saluran air. Ada 30 wastafel sumbangan dari alumni, orang tua siswa, Dinas Pendidikan Kota Bandung, dari dunia usaha juga ada. Memasang spanduk sebagai sarana informasi protokol kesehatan, memiliki alat semprot desinfektan serta ada petugas Covid-19. Insyaallah kalau kesiapan sekolah 90 persen siap,” kata Erni, Kamis (17/12/2020).

Dia menjelaskan, ada sekitar 50 guru di SMPN 2 Kota Bandung yang siap melakukan PTM. Meski begitu, ada 5-6 guru yang tidak siap melakukan PTM dikarenakan mereka memiliki komorbid atau penyakit penyerta juga faktor usia mendekati masa pensiun.

Sementara untuk siswa-siswinya yang berjumlah 996 orang, 800 siswa siap melakukan PTM atau 59 persen. Sisanya, orang tua siswa tidak mengizinkan putra-putrinya PTM di sekolah. Alasannya masih ketakutan dan sebagainya. Sekitar 2,8 persen siswanya ada yang memiliki komorbid.

Pihak sekolah kata Erni, sudah bekerja seoptimal mungkin, dan terus mengupayakan agar mereka bisa mengisi survei untuk laporan ke Kemendikbud dan Disdik Kota Bandung.

“Asalnya hanya 500-an yang mengisi survei. Melalui wali kelas terus diupayakan agar mereka bisa memberikan partisipasinya dalam mengisi survei mengenai setuju tidak setujunya putra-putrinya, melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun sampai kemarin baru 800-an. mudah-mudahan bertambah lagi. Wali kelas terus mengkomunikasikannya. Mungkin orang tua siswa ada yang belum sempat mengisi survei,” kata Erni.

Dia juga menjelaskan, apa yang dikemukakan orang tua hasilnya harus dihargai oleh pihak sekolah. Hasil survei tersebut merupakan laporan, dan akan diserahkan ke Disdik Kota Bandung.

Setelah itu Disdik Kota Bandung akan memberikan laporan seluruh sekolah yang ada di bawah naungannya kepada Walikota Bandung dan ditindaklanjuti lebih jauh. (Okky Adiana)