253 Lansia di Garut Terpapar Covid-19, 31 Meninggal

253 Lansia di Garut Terpapar Covid-19, 31 Meninggal
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Penduduk usia lanjut dengan umur 60 tahun ke atas yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Garut terbilang cukup banyak, mencapai 253 orang. Sebanyak 31 orang di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut, hingga 17 Desember 2020, sebanyak 253 lansia terkonfirmasi positif Covid-19 itu terdiri atas 114 laki-laki dan 139 perempuan berusia antara 60 tahun hingga 96 tahun. 

Mereka berasal dari 34 kecamatan. Yakni dari Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak 32 orang, disusul Kecamatan Cilawu (29), Garut Kota (34), Tarogong Kaler (20), Samarang (13), Bayongbong (9), Cibatu (9), Karangpawitan (9), Pasirwangi (8), Wanaraja (8), Cikajang (8), Pangatikan (7), Banyuresmi (7),  Cisurupan (6), Kadungora (6), Malangbong (5), Leles (5), Balubur Limbangan (4), Leuwigoong (4), Sukaresmi (3), Kersamanah (3), Cigedug (3), Pameungpeuk (3), Sucinaraja (2), Selaawi (2), Sukawening (2), Cisompet (2), Karangtengah (2), Banjarwangi (2), Sukawening (2), Cikelet (1), Peundeuy (1), Singajaya (1), dan Bungbulang (1). 

Dari sebanyak 253 lansia terpapar Covid-19 tersebut, sebanyak 31 orang di antaranya meninggal dunia. Sebagian lain dinyatakan sembuh, dan sebagian lainnya lagi masih diisolasi dalam perawatan. 

Sebanyak 31 lansia positif Covid-19 meninggal dunia tersebut meliputi lansia berusia 60 tahun hingga 80 tahun, terdiri atas 17 laki-laki dan 14 perempuan. 

Mereka berasal dari 16 kecamatan. Yakni Kecamatan Garut Kota sebanyak 9 orang, Wanaraja (3), Banyuresmi (2), Bayongbong (2), Tarogong Kaler (2), Pasirwangi (2), Tarogong Kidul (2), Kadungora (1), Sucinaraja (1), Malangbong (1), Leles (1), Samarang (1), Sukaresmi (1), Tarogong Kidul (1), Cisompet (1), dan Karangpawitan (1).

Banyak ahli menyebutkan, kalangan lansia paling rentan terpapar Covid-19 dengan risiko tinggi sampai menyebabkan kematian. Namun faktanya, kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut didominasi kalangan usia produktif di bawah 60 tahun. 

Dari total kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut yang mencapai sebanyak 78 kasus per 17 Desember 2020, sebanyak 47 kasus di antaranya berusia di bawah usia 60 tahun, dan sebanyak 31 kasus lainnya berusia 60 tahun ke atas. 

Sekadar catatan, merujuk Undang Undang Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia Bab 1 pasal 1, lansia adalah seseorang yang mencapai usia 60 tahun ke atas, baik pria maupun wanita. Hampir serupa, lansia menurut pengertian WHO yaitu pria dan wanita yang telah mencapai usia 60-74 tahun.

Selain kalangan lansia, kalangan balita terpapar Covid-19 di Kabupaten Garut juga terbilang banyak, mencapai 92 kasus per 17 Desember 2020. Tidak ada kasus kematian pada balita-balita terpapar Covid-19 tersebut. 

Sebanyak 92 balita positif Covid-19 itu terdiri atas 58 laki-laki dan 34 perempuan, berusia antara empat hari hingga lima tahun. Mereka berasal dari kecamatan 27 kecamatan, Yakni Kecamatan Garut Kota sebanyak 17 orang, Tarogong Kidul (13), Tarogong Kaler (8), Cilawu (6), Karangpawitan (6), Malangbong (4), Bayongbong (3), Banyuresmi (3), Sukawening (3), Leles (3), Leuwigoong (3), Selaawi (3), Samarang (2), Wanaraja (2), Pasirwangi (2), Pangatikan (2), Balubur Limbangan (2), Cibatu (1), Kersamanah (1), Cigedug (1), Cibiuk (1), Cisewu (1), Sukaresmi (1), Kadungora (1), Pakenjeng (1), Cikajang (1), dan Singajaya (1).(zainulmukhtar)