Milenial Jabar Dominasi Investor Saham di Pasar Modal Indonesia

Milenial Jabar Dominasi Investor Saham di Pasar Modal Indonesia
Foto: Antara

INILAH, Bandung - Keberadaan pasar modal Indonesia kini bukanlan hal asing bagi generasi milenial. Buktinya, di Jabar para milenial itu mendominasi angka single investor identification (SID) selama Januari-November 2020.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Pusat Informasi Go Publik (PIGP) Jabar Reza Sadat Shahmeini mengatakan, selama rentang waktu itu bertambah 75.466 investor baru. Dia mengakui, angka tersebut jauh melampaui pencapaian penambahan jumlah investor pada 2019 lalu sebanyak 42.151 SID.

Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19 ini tidak menyurutkan pihaknya untuk menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi. Berbagai kegiatan secara daring itu diakuinya menambah banyak peserta terutama kalangan milenial. 

“Selama Januari-November 2020 itu, di Jabar bertambah 75.466 investor baru. Dari total itu, terdapat 35.832 Gen Z (berusia 18-25) yang menjadi investor baru. Disusul generasi Gen Y (berusia 26-40) dengan 31.683 investor baru. Sedangkan Gen X dan baby boomers jumlah investornya bertambah 7.224 SID baru,” kata Reza, Kamis (17/12/2020).

Lebih rinci, dia menuturkan pada 2019 lalu rata-rata pertumbuhan jumlah investor di Jabar per bulan hanya sebanyak 3.513 investor baru. Pada 2020 ini, sejak Juni itu menunjukkan setiap bulannya terjadi pertumbuhan investor yang relatif signifikan. 

Pada Juni lalu, investor baru bertambah 7.266 SID kemudian pada September angka pertumbuhan investor kembali mengalami lompatan ke angka 10.271 investor baru. Pada November kemarin, angka pertumbuhan jumlah investor di Jabar kembali mengalami lompatan ke angka 19.428 investor baru.

Reza menambahkan, seiring dengan pertumbuhan jumlah investor baru itu nilai transaksi saham pun terkatrol signifikan. Selama Januari-November ini nilai transaksi saham di Jabar menembus angka Rp200 triliun. 

“Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan transaksi selama 2019 yang tercatat sebesar Rp93 triliun,” tambahnya. (dnr)