Pandemi Covid-19, Lulusan IPB University Disarankan Tekuni Sektor Pertanian

Pandemi Covid-19, Lulusan IPB University Disarankan Tekuni Sektor Pertanian
istimewa

INILAH, Bandung - Akademisi IPB University Bidang Ekonomi Politik Muhammad Findi menilai, saat ini tingkat pengangguran di negeri ini relatif masih tinggi. Pengangguran diakuinya dapat terjadi secara struktural maupun friksional. 

Melihat fenomena itu, Findi menuturkan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia dalam lima tahun terakhir ini (2016-2020) rata-rata 5,2 persen. Persentase ini masih moderat, namun angka tersebut masih di atas tingkat pengangguran alamiah yang berkisar 2-3 persen.

Kendati masih moderat, dia menegaskan apabila pengangguran ini tidak ditanggulangi maka dapat berbahaya terutama pada masa pandemi Covid-19 saat ini. Dia menyarankan, bentuk sosial safety net yang dilakukan pemerintah sebaiknya terus memberikan bantuan langsung nontunai dan segera membuka lapangan pekerjaan baru.

"Tanggung jawab negara adalah pemerintah wajib membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan untuk mereduksi tingkat pengangguran, sehingga dapat mewujudkan sumberdaya manusia yang jujur dan berkualitas," ujar Findi dalam rilis yang diterima, Jumat (18/12/2020).

Dia menuturkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia selama tiga kuartal pertama 2020 tercatat minus 3,49 persen. Hal ini menunjukkan perekonomian Indonesia masih mengalami resesi dan memerlukan pendorong pertumbuhan ke arah yang positif selama masa pandemi Covid-19.

"Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi itu salah satunya melalui sektor pertanian. Pertanian menjadi sektor yang tepat dalam membantu menanggulangi terkait permasalahan ekonomi dan pengangguran," katanya.

Findi mengakui, saat ini pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan lapangan usaha pada 2020 hanya sektor pertanian yang tumbuh positif yakni 2,15 persen. Sedangkan, sektor pertambangan, industri pengolahan, konstruksi dan perdagangan, rata-rata tumbuh negatif 4,4 persen. 

"Artinya, pemerintah harus memberikan stimulus yang besar pada sektor pertanian berupa subsidi atau juga insentif kepada para pelaku bisnis baru, petani dan pekerja baru," lanjutnya. 

Untuk itu, Findi pun memotivasi para lulusan baru IPB University agar merambah dunia pertanian. Hal itu bisa dilakukan pada sektor hulu maupun sektor distribusi dari hulu ke hilir. Sebab, sektor pangan merupakan sektor yang paling penting bagi kehidupan karena merupakan kebutuhan pokok. (Doni Ramdhani)