Aplikasi "Sembilan Kita" Hadir di Tengah-tengah Masyarakat

Aplikasi "Sembilan Kita" Hadir di Tengah-tengah Masyarakat
istimewa

 

INILAH, Bandung-Ratusan mitra platform seperti Gojek, Go-Life dan Go-Massage secara resmi ditutup akibat pandemi Covid-19. Sehingga ratusan mitra yang menggantungkan hidupnya melalui layanan tersebut, menjadi kebingungan untuk memperoleh pendapatan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Melalui apilakasi "Sembilan Kita", dapat menjadi wadah bagi para mitra untuk dapat kembali mencari nafkah akan kebutuhan sehari-hari.

"Melalui aplikasi ini, kita berupaya untuk memberdayakan kembali 630 mitra warga lokal sebagai penyedian jasa layanan Sembilan Kita," ungkap CEO Sembilan Kita, K.M. Abu Huroyroh, kepada wartawan di Kawasan Jalan Braga, Kota Bandung, Sabtu (19/12/2020).

Dia mengatakan melalui aplikasi tersebut, maka dapat menjadi rumah baru bagi para mitra lokal yang terdampak pandemi, khususnya di Kota Bandung. Lebih jauh, gerakan swadaya ini dimotori oleh ratusan mitra ex Go-Life dan praktisi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berpengalaman.

Meski layanan tersebut ditutup kata Abu, namun masih banyak masyarakat membutuhkan layanan pijat, membersihkan rumah dan lain sebagainya. Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk kembali meningkatkan layanan tersebut, dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Berdasarkan data yang dimiliknya, tercatat per awal bulan Desember 2020, aplikasi Sembilan Kita sudah melayani sekitar 2.890 pelanggan mayoritas warga kota Bandung. Layanan Sembilan massage pijat refleksi kesehatan adalah yang terpopuler, diikuti Sembilan Clean dan Sembilan Tani.

"Sebenarnya dengan aplikasi dapat menjadi solusi, tidak hanya bagi mitra kami tapi juga masyarakat yang membutuhkan jasa kami. Karena meski ditengah pandemi, masih banyak warga yang membutuhkan," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga menerima mitra dari penyandang disabilitas, karena sama-sama terdampak akibat pandemi Covid-19. Terlebih, para penyandang disabilitas juga membutuhkan pekerjaan untuk menyambung hidup mereka.

"Untuk penyandang disabilitas, memiliki prosedur khusus untuk menerima order dan tanpa mengambil keuntungan finansial dari setiap penawaran yang mereka terima. Beberapa yayasan juga cukup antusias dengan program ini," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Mitra Disabilitas Netra, Wawan mengatakan bahwa dengan adanya aplikasi tersebut mempermudahnya untuk mencari nafkah, apalagi dengan kondisi pandemi saat ini.

"Saya tetap berbuat walaupun tak bisa melihat. Aplikasi ini mempermudah saya dan istri yang juga tuna netra untuk memenuhi kebutuhan sendiri, walau cuma punya keahlian memijat," tambahnya.(Okky Adiana)