Garut Mencekam, Kasus Kematian Akibat Covid-19 Terus Melonjak

Garut Mencekam, Kasus Kematian Akibat Covid-19 Terus Melonjak
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut -Penularan Covid-19 di Kabupaten Garut dalam beberapa pekan belakangan terkesan kian sulit terkendali. Volume harian temuan kasus baru kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut beberapa kali menembus angkat seratus lebih. Kematian akibat terpapar Covid-19 pun terjadi nyaris setiap hari dengan jumlah bervariatif.

Kabupaten Garut sendiri per 30 November - 6 Desember 2020 masuk zona merah Covid-19 sebagai daerah dengan risiko tinggi terjadi penularan Covid-19 di Jawa Barat. Pada 15 Desember 2020, Bupati Garut Rudy Gunawan pun menyatakan Garut dalam status Siaga Bencana (Bencana Covid-19 dan Bencana Alam) hingga Maret 2021. Sekitar 17.000 pengurus Rukun Warga se-Kabupaten Garut dan sejumlah rumah sakit/fasilitas pelayanan kesehatan terbagi atas tiga klaster pun disiapkan guna menangani Covid-19.

Akan tetapi hingga kini belum tampak tanda-tanda kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Garut akan menurun. 

Kondisi seperti itu tak pelak mengharuskan setiap penduduk di Kabupaten Garut senantiasa mewaspadai potensi acaman penularan penyakit disebabkan novel corona virus 2019 itu dengan meningkatkan protokol kesehatan. Tak cukup hanya melaksanakan tiga perilaku kunci pencegahan Covid-19 berupa 3M, melainkan 4M. Sebagaimana diingatkan Pemerintah dan kalangan ahli. 

Yakni Memakai masker dengan baik, Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan Menjaga imunitas tubuh. 

Menjaga imunitas tubuh dapat dilakukan dengan cara membiasakan pola hidup bersih dan sehat dengan memakan/minum asupan bergizi seimbang, berolahraga teratur, istirahat cukup, mengelola stres secara baik, tidak mudah panik, dan ditambah senantiasa meningkatkan keimanan kepada Alloh Subahanahu Wa Ta'ala.

Tokoh, pejabat negara maupun pejabat publik juga seyogyanya memberikan contoh perilaku baik dalam menghadapi pandemi Covid-19. 

Pasalnya, di tengah masyarakat mesti berwaspada dan bersiaga menghadapi penularan Covid-19 yang kian melonjak tajam menjelang akhir 2020 ini, kalangaan birokrat dan legislator di Kabupaten Garut malah terkesan semakin rajin bepergian ke luar daerah. Antara lain Pangandaran, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Padang, dan sejumlah daerah di Jawa Tengah. Umumnya beralasan studi banding atau kunjungan kerja luar daerah. Sementara banyak anggaran pembangunan dirasionalisasi dan direalokasi karena Covid-19.

Hal itu seperti sempat disinggung anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN Ade Kaca. 

"Semestinya jika dimaknai lebih fokus bagaimana komitmen kita memutuskan rantai penyebaran Covid-19, seharusnya, siapapun itu, termasuk pejabat, tinggal di rumah. Jangan lantas ramai membuat rapid tes Covid-19 di mana-mana dengan tujuan ingin jalan-jalan ke luar daerah. Kalau kita berkeliaran ke luar daerah, tentu baliknya jadi masalah. Berangkat tak ada apa-apa, tapi pulang bawa masalah," kata politisi PAN itu.

Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Garut sendiri berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 20 Desember 2020 mencapai sebanyak 3.355 kasus dengan kematian sebanyak 86 kasus.

Terakhir, volume harian kasus baru positif Covid-19 mencapai sebanyak 50 kasus terdiri 29 perempuan dan 21 laki-laki berusia satu hingga 71 tahun. Mereka berasal dari 16 kecamatan. Yakni Kecamatan Tarogong Kaler (11 kasus), Tarogong Kidul (8 kasus), Samarang (6 kasus), Kadungora (4 kasus), Karangpawitan (3 kasus), Leles (3 kasus), Pakenjeng (3 kasus), Cilawu (3 kasus), Balubur Limbangan (2 kasus), Sukawening (2 kasus), Cisurupan (1 kasus), Banjarwangi (1 kasus), Cikajang (1 kasus), Garut Kota (1 kasus), dan Kecamatan Pangatikan (1 kasus).  

Bersamaan penambahan kasus positif tersebut, terdapat tiga kasus kematian akibat Covid-19, yakni laki-laki (KC-2377) usia 51 tahun dari Kecamatan Pasirwangi (terlaporkan meninggal pada tanggal 17 Desember 2020) dan laki-laki (KC-3165) usia 47 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler serta laki-laki (KC-3277) usia 67 tahun dari Kecamatan Pangatikan. 

Sedangkan pasien dinyatakan sembuh mencapai sebanyak 27 pasien, terdiri 14 dan 13 perempuan, berusia antara dua tahun sampai 69 tahun. Mereka berasal dari Kecamatan Garut Kota (7 kasus), Cibatu (3 kasus), Pasirwangi (3 kasus), Pangatikan (3 kasus), Wanaraja (3 kasus), Tarogong kaler (2 kasus), Karangpawitan (2 kasus), Cisurupan (1 kasus), Bayongbong (1 kasus), Leuwigoong (1 kasus) dan Kecamatan Tarogong Kidul (1 kasus). Sehingga total pasien sembuh dari Covid-19 menjadi sebanyak 1.875 kasus. 

"Masih ada sebanyak 1.394 pasien positif Covid-19 dalam isolasi perawatan," kata Koordinator Humas GTPP Covid-19 Garut Muksin didampingi anggota Yeni Yunita.(zainulmukhtar)