Satnarkoba Polresta Cirebon Ungkap 23 Kasus, Puluhan Tersangka Diamankan

Satnarkoba Polresta Cirebon Ungkap 23 Kasus, Puluhan Tersangka Diamankan
istimewa

INILAH, Cirebon - Satuan Reserse Narkoba Polresta Cirebon berhasil mengungkap 23 kasus peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Cirebon. Petugas juga berhasil mengamankan puluhan tersangka.

 

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol  Syahduddi, mengatakan, seluruh kasus tersebut berhasil diungkap dalam kurun Oktober - Desember 2020. Menurutnya, jumlah tersangka yang diringkus mencapai 28 orang.

 

"Selama tiga bulan terakhir Satnarkoba Polresta Cirebon berhasil mengungkap 23 kasus dan mengamankan 28 tersangka," kata  Syahduddi, saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Senin (21/12/2020).

 

Menurutnya, kasus-kasus tersebut terdiri dari 10 kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dan 12 kasus peredaran obat keras golongan G tanpa izin resmi. Sementara 13 tersangka yang diamankan, terlibat kasus sabu-sabu. Sedang 15 tersangka lainnya terkait kasus peredaran obat keras golongan G.

 

Sedangkan jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, di antaranya, 6,88 gram sabu-sabu, dan 38.041 butir obat keras golongan G.  Barang tersebut terdiri dari  14.781 butir Dextro, 15.356 butir Trihexiphenidyl, 6.939 butir Tramadol, serta 965 butir Eximer.

 

Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa  sejumlah uang tunai, handphone, dan lainnya. Seluruh tersangka dan barang bukti telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

 

"Dari 23 kasus ini, 13 kasus di antaranya merupakan pengedar, dan 10 kasus terkait pengguna. Profesi sehari-hari para tersangka juga berbeda, dari mulai karyawan swasta, petani, mahasiswa, pengangguran, dan lainnya," ujar Kapolresta.

 

Syahduddi menambahkan, dari rentang usia para tersangka didominasi umur 25 - 29 tahun, dengan total mencapai 10 orang. Selain itu, sebanyak 9 tersangka berusia 19 - 24 tahun, 8 tersangka berusia lebih dari 30 tahun, dan seorang tersangka berusia 16 - 18 tahun.

 

"Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka kami dijerat Pasal 196 juncto Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 1,5 miliar," tukas Kapolresta. (maman suharman)