Beckham Putra Jadi Pilihan Utama Tim Sepak Bola PON Jabar

Beckham Putra Jadi Pilihan Utama Tim Sepak Bola PON Jabar
dok/inilahkoran

INILAH, Bandung - Gelandang muda Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha menjadi prioritas utama untuk masuk dalam daftar tiga pemain profesional tim sepak bola putra Jawa Barat yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2021 mendatang. 

Pelatih tim sepak bola putra PON Jabar, Yudiantara mengatakan pemilihan Beckham merupakan hal yang wajar. Terlebih, pemilik nomor punggung 7 di Persib Bandung itu dipersiapkan tim nasional Indonesia U-20 untuk menghadapi Piala Dunia U-20 2021. 

"Yang kita kentara yang paling dekat, yang paling kita harapkan Beckham bisa gabung," ungkap Yudiantara saat dihubungi, Senin (21/12/2020). 

Sementara untuk dua pemain profesional lainnya, Yudiantara mengaku masih mempertimbangkannya. Menurutnya perlu pertimbangan yang matang lantaran Jawa Barat memiliki banyak pemain potensial. 

"Kita akan matangkan lagi, mungkin di setiap posisi. Karena jujur, untuk Jawa Barat setelah diinventarisir lebih dari 10 pemain yang tersebar di Liga 1 atau Liga 2," katanya. 

Yudiantara mengatakan ke-10 pemain yang menjadi pilihannya di antaranya gelandang Persib, Gian Zola Nasrulloh. Lalu pemain Bandung United (tim satelit Persib) yakni Muhammad Aqil Savik, M Wildan Ramdhani, Indra Mustafa, Agung Mulyadi hingga Rizki 'Kinyun' Hidayat yang membela Persijap Jepara. 

"Makanya saya harus rembuk dulu sama tim pelatih dan manajemen sesuai kebutuhan posisi. Tapi kalau Beckham memang salah satu yang masuk. Apalagi dia mau tampil di Piala Dunia. Mudah-mudahan bisa gabung," harapnya. 

Sebelumnya, PSSI menetapkan kuota pemain untuk setiap tim sepak bola di PON XX/2021 di Papua. Total jumlah pemain maksimal 20 orang. Keputusan itu merupakan hasil dari rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI secara virtual pada Rabu, (16/12/2020).

Selain itu, PSSI juga mempersilakan setiap tim peserta untuk diperkuat maksimal tiga pemain profesional. Ketiga pemain itu pun dapat diturunkan sekaligus di atas lapangan saat berlaga.

"Kalau bagi kita, khususnya Jawa Barat mendukung-mendukung saja karena kita punya pemain di situ. Artinya di profesional yang mumpuni bahkan lebih prestasinya, sesuai regulasi," tambah Yudiantara. (Muhammad Ginanjar)